Home Lifestyle Viral Spanduk Plus Minus Bubur Diaduk dan Tak Diaduk, Begini Reaksi Warganet

Viral Spanduk Plus Minus Bubur Diaduk dan Tak Diaduk, Begini Reaksi Warganet

Ilustrasi bubur ayam. (sumber: notepam.com)

Salah satu menu sarapan yang selalu jadi incaran masyarakat adalah bubur ayam. Namun, cara menikmati semangkuk bubur ayam kerap menjadi perdebatan terutama di kalangan warganet.

Banyak yang menyebut menikmati bubur ayam yang lezat adalah dengan cara diaduk tapi tak sedikit warganet yang memilih untuk tidak mengaduk bubur ayam yang disantap. Alasannya: supaya indah saat difoto dan dipajang di media sosial.

Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan sebuah foto spanduk di salah satu gerobak yang diduga milik pedagang bubur.

Dalam spanduk tersebut tertulis plus minus atau kelebihan dan kekuarangan menikmati bubur diayam diaduk versus bubur ayam tidak diaduk.

Dalam isi spanduk tersebut, kelebihan bubur ayam diaduk adalah lebih mudah dicerna dan mudah sampai ke lambung. Tak hanya itu, dengan mengaduk bubur yang disajikan, semua rasa dapat tercampur sempurna.

Namun ternyata ada kekurangan dibalik bubur yang diaduk yaitu tampilannya yang tidak estetik serta bagi sebagian orang dapat mengurangi nafsu makan.

Sementara itu, masih berdasarkan isi spanduk yang tengah viral tersebut, kelebihan dari bubur yang tidak diaduk adalah terlihat dan terjaga lebih estetik, menambah nafsu makan, dan yang tak kalah penting membuat sugesti akan rasa lezat di pikiran penikmat bubur ayam.

Sayangnya, bubur tidak diaduk juga memiliki kekurangan, yaitu rasa yang tidak tercampur sempurna serta lebih susah dicerna karena tidak lembut.

Foto yang diungah akun Twitter @ombotaakk pada 6 Juli 2020 tersebut mendapat tanggapan dari warganet bahkan berujung pada perdebatan.

“Estetika doang mah buat apa.Tim diaduk. Rasa lebih merata, enak sampai suapan terakhir,” komentar @kundangkurnia.

“Tim ga diaduk 100% setuju bgtttttt “terlihat dan terjaga tetap estetik, meningkatkan nafsu makan sampai 30%. Makan nasi goreng pun gamau kalo telurnya dicampur karena gaada yang bikin nafsu makan :(” cuit warganet dengan akun Twitter @wulandp.

“Boljug juga nih bahan perpecahan umat dijadiin jualannya dia,” ujar @BanyuSadewa.

Hingga, Selasa 7 Juli 2020 pukul 22.18 WIB, postingan ini telah di-retweet lebih dari 20.000 kali dan dikomentari ratusan warganet. Jadi, kamu tim bubur diaduk atau nggak diaduk?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini