Home Jejak Trah HB II Minta Inggris Kembalikan Emas yang Pernah Dijarah

Trah HB II Minta Inggris Kembalikan Emas yang Pernah Dijarah

Pemerintah Inggris diminta mengembalikan emas batangan milik raja kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwo (HB) II. Permintaan itu diajukan langsung oleh keluarga sri sultan.

Dikutip dari era.id, dalam keterangan resminya, keluarga Sri Sultan Hamengku Buwono II melalui Pemerintah Indonesia menuntut agar Pemerintah Inggris mengembalikan rampasan harta yang dijarah oleh pemerintahan Inggris pada tahun 1812.

“Sudah seharusnya Keraton Yogya secara resmi meminta kembali semua barang-barang termasuk pusaka yang dijarah Raffles dan Inggris zaman itu,” tegasnya.

Sekretaris Pengusul Pahlawan Nasional HB II, Fajar Bagoes Poetranto mengharapkan harta dan benda bersejarah yang dijarah tentara Inggris pada peristiwa Gegera Sapehi atau Perang Sepehi tahun 1812 dikembalikan.

“Kami untuk dikembalikan. Barang-barang tersebut merupakan salah satu bagian dari milik Keraton Yogyakarta di masa Raja Sri Sultan Hamengkubuwono II,” katanya.

Jumlah total jarahan pemerintah Inggris dari informasi yang dia terima yakni 57.000 ton emas. Tidak hanya emas, sejumlah naskah yang ada di keraton pun ikut dijarah.

Peristiwa Geger Sapehi sendiri bermula saat Gubernur Jendral Inggris di Kalkuta, Lord Minto, kemudian menunjuk Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Jawa.

Raffles pun kemudian segera membuat kebijakan-kebijakan baru dan pada bulan November 1811 menunjuk John Crawfurd sebagai Residen Yogyakarta.

Kebijakan Raffles terkait pertanahan dan pengelolaan keuangan, ternyata tidak jauh berbeda dengan kebijakan Daendels. Hal ini membuat Sri Sultan Hamengku Buwono II tidak berkenan.

Pertempuran terjadi apda 20 Juni 1812, meriam-meriam Inggris diarahkan ke Alun-alun Utara, tepat ke arah pintu masuk keraton. Serangan besar-besaran kemudian menyusul pada pukul 5 pagi.

Pasukan Inggris yang terdiri dari tentara Eropa dan pasukan Sepoy (India), dibantu pasukan dari Legiun Mangkunegaran, menyerang Keraton Yogyakarta.

Singakat cerita, lambat laun pertahanan Kesultanan Yogyakarta mulai melemah. Segera setelah beteng ini direbut, pasukan Sepoy mengarahkan seluruh meriam ke arah Keraton Yogyakarta.

Serangan ini kemudian disusul dengan masuknya pasukan dari arah Gerbang/Plengkung Nirbaya yang berhasil dikuasai. Sri Sultan Hamengku Buwono II kemudian menyerah ketika pasukan Inggris berhasil masuk ke Plataran Srimanganti.

sumber: era.id | suara.id| kratonjogja.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini