Home Lifestyle TikTok Makin Diminati, Ini Dampaknya Bagi Anak dan Remaja

TikTok Makin Diminati, Ini Dampaknya Bagi Anak dan Remaja

Sempat dicela, kini aplikasi creator video, TikTok menjadi salah satu platfrom media sosial yang perkembangannya paling melesat di dunia saat ini.

Aplikasi yang memproduksi video berdurasi 15 detik ini mendorong para pemakainya untuk mengasah kreativitas lewat video musik dengan bantuan sejumlah filter pendukung.

Pengguna TikTok atau dikenal tiktokers banyak belum mengetahui sebelum diberi nama TikTok, Zhang Yiming pendiri Toutiao sebuah perusahaan asal China memberi nama aplikasi buatannya dengan nama Douyin.

Dalam kurun waktu 1 tahun, Douyin berhasil menggarap 100 juta pengguna dengan satu miliar tayangan video setiap hari. Melihat perkembangannya yang pesat, Zhang Yiming kemudian berencana menancapkan eksistensi di luar China. Ia mengganti Douyin dengan nama baru yang lebih catchy: TikTok.

Ada dampak positif dan negatif dari TikTok yang kini makin Diminati. Sasaran TikTok adalah untuk merekam dan menyajikan kreativitas serta momen berharga dari seluruh penjuru dunia melalui gawai. TikTok menguatkan setiap orang untuk menjadi kreator dan mendorong penggunanya untuk membagi ekspresi kreatif melalui video berdurasi 15 detik.

Dari sudut pandang pasar, aplikasi yang berfokus pada video pendek lebih banyak digemari karena tidak memakan banyak waktu. Pengguna bisa langsung memilih konten dan beralih ke video lainnya jika tidak tertarik.

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang harus berdiam di rumah dan tak diperbolehkan beraktifitas di luar. Kejenuhan yang muncul diobati masyarakat dengan melakukan aktivitas yang mudah dan mampu menghilangkan stres meski dilakukan di rumah. Salah satunya dengan bermain TikTok.

Berdasarkan data yang dirilis Mobile Insights Analyst di Sensor Tower, pada April 2020 tercatat TikTok telah diunduh 107 pengguna. Dilihat sebagai sarana kreatifitas, TikTok dapat menjadi saluran untuk menampilkan jati diri seseorang kepada publik.

Selain itu, TikTok juga menjadi corong sebuah gerakan masyarakat seperti yang dilakukan publik Amerika Serikat saat memboikot kampanye presiden Donald Trump beberapa waktu lalu.

Dibalik sisi positif, TikTok juga menghadirkan dampak buruk bagi penggunanya, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Dikutip dari Viva.co.id, Psikolog Hersa Aranti, M.Psi mengungkapkan jika TikTok dapat mengganggu psikologi remaja dan anak-anak.

Menurut Hersa, TikTok jika digunakan secara berlebihan dan sering dapat menyebabkan kecanduan (addict). Akibatnya, anak-anak dan remaja meninggalkan kewajibannya sebagai seorang anak dan pelajar.

Hersa juga menyoroti challenge yang marak di aplikasi TikTok. Baginya sejumlah challenge dinilai berbahaya terutama bagi-anak. Terlebih anak-anak belum memiliki kemampuan untuk memilah baik dan buruknya sesuatu.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Juli 2018 lalu pernah memblokir TikTok. Kominfo mengaku mendapat tiga ribu aduan dari masyarakat soal konten negatif di aplikasi Tik Tok. Laporan inilah yang menjadi salah satu dasar pemblokiran platform asal China tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini