Home Berita Termasuk Potong Hewan Kurban, Ini Protokol Kesehatan Saat Idul Adha

Termasuk Potong Hewan Kurban, Ini Protokol Kesehatan Saat Idul Adha

Segala macam kegiatan ibadah dalam masa pandemi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk dalam pelaksanaan Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi.

Protokol kesehatan ketat harus diterapkan dalam mengatur tata laksana bagi masyarakat mulai dari pencarian hewan kurban, shalat id, penyembelihan, hingga pendistribusian daging.

Pemprov Jabar mengeluarkan surat edaran yang menyebutkan, salat id diperkenankan dilakukan di masjid, lapangan, atau ruangan dengan memperhatikan protokol kesehatan maksimal. Di antara yang pokok yakni jemaah wajib memakai masker dan membawa alat salat sendiri, serta suhu tubuh di bawah 37,5 derajat.

“Gugus tugas kabupaten/kota menentukan tempat – tempat mana saja yang aman atau tidak aman dipakai salat id,” Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat Daud Achmad, Senin (13/7/20) seperti dikutip dari laman jabarprov.go.id.

Kemudian panitia salat id wajib membersihkan tempat salat pakai disinfektan, memberlakukan saf berjarak minimal 1 meter, mengecek suhu tubuh jemaah pakai thermo gun, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer berbasis alkohol, tidak menjalankan kencleng amal, serta membatasi jumlah pintu keluar masuk guna memudahkan pemeriksaan.

“Imam dan khatib dipersilakan mempersingkat bacaan dan khutbah dengan tanpa menyalahi syariat. Setelah salat jemaah tidak saling bersalaman,” tambah Daud.

Sama seperti salat id, protokol pelaksanaan kurban saat idul adha dilakukan dengan prinsip wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga jarak. Masyarakat dianjurkan memesan hewan kurban secara daring atau menghindari pergi ke pasar hewan apalagi sampai membawa anak kecil dan lansia.

Lokasi pemotongan hewan dapat dilakukan di lapangan atau masjid tapi harus dilengkapi penutup agar tidak menarik perhatian dan menimbulkan kerumuman.

“Pengkurban dianjurkan tidak menyaksikan prosesi pemotongan atau dapat melihat melalui video call,” sebut Daud.

Sebagai tambahan alat – alat potong juga diwajibkan dibersihkan menggunakan bahan disinfeksi dan panitia kurban harus menyediakan air mengalir.

Sementara kewajiban bagi seluruh petugas penyembelih hewan adalah selain sehat juga harus mengenakan baju lengan panjang, pakai masker, dan kacamata google atau face shield, serta sarung tangan.

Setelah daging dicacah dan dibungkus dengan protokol kesehatan maksimal, distribusi dilakukan dengan cara diantarkan langsung ke rumah penerima. Sehingga tidak terjadi kerumunan.

Semua protokol ini, lanjut Daud, diawasi oleh pemkab/pemkot mulai dari pemeriksaan hewan kurban, aktivitas pasar hewan, salat id, penyembelihan, sampai distribusi daging.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Kisah Pilu Pejuang Indonesia di Hari Veteran

Setiap tahunnya, pada tanggal 10 Agustus, Indonesia memperingati Hari Veteran Nasional. Hari Veteran disetujui oleh Presiden Soekarno pada 10 Agustus...

Kecelakaan Maut Tol Cipali, 8 Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan maut kembali terjadi di tol Cipali, Senin (10/8/2020), dini hari. Sebuah bus elf mengalami kecelakaan di Tol Cipali Kilometer 184.

Tak Lazim, Arca Ganesha Gimbal Disebut Temuan Langka

Maret 2019, ditemukan sebuah patung Ganesha di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ada yang unik dari...

Getaran Gempa Cianjur Terasa Hingga Bogor dan Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Minggu (9/8/2020). Gempa terjadi pukul 18.52 WIB dengan magnitudo...

Komentar terkini