Home Teknologi Terkoneksi Smartphone, Payung Ini Anti Ketinggalan

Terkoneksi Smartphone, Payung Ini Anti Ketinggalan

Orang Indonesia pasti tidak asing dengan peribahasa sedia payung sebelum hujan. Secara arti, kita harus selalu waspada dan mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.

Di kehidupan sehari-hari apalagi mulai masuk musim penghujan seperti ini membawa payung saat berpergian memang wajib. Jangan sampai karena malas bawa, akhirnya kehujanan dan jatuh sakit.

Sayangnya karena bentuknya yang mungil, seringkali membuat payung tertinggal. Entah di rumah, di kantor, atau saat mengganti tas. Agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi, seorang ahli pembuat payung Dave Kahng membuat payung anti ketinggalan.

Payung yang bernama Davek Alert ini diklaim tidak akan pernah membuat pemiliknya lupa alias ketinggalan. Kenapa? Musababnya, payung ini terhubung dengan smartphone.

Jadi, saat pengguna meninggalkannya dalam jarak sekitar 10 meter, maka smartphone akan berbunyi dan memberitahukan kepada mereka bahwa payungnya ketinggalan. Canggih juga ya?

Ilustrasi notifikasi payung pintar saat tertinggal (dok.kickstarter.com)

Kunci dari kecanggihan ini adalah berkat adanya chip bluetooth yang disematkan dalam pegangan payung. Chip tersebut membuat benda ini dan smartphone selalu terhubung. Payung ini juga terbuat dari material baja padat, aluminium, fiberglass fleksibel, dan benang microfiber. Diklaim menjadikan payung ini awet alias tidak gampang rusak.

Namun untuk menggunakan payung anti ketinggalan ini, pengguna mesti mengunduh aplikasi tersendiri untuk menghubungkan payung dengan smartphone.

Payung ciptaan Dave Kahng ini juga memiliki fitur-fitur lainnya yang tak kalah mengesankan, salah satunya payung ini memiliki fitur prakiraan cuaca. Wah benar-benar sedia payung sebelum hujan ini sih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini