Home Lifestyle Traveler Terganggu Wisatawan, Suku Baduy Minta Kampungnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Terganggu Wisatawan, Suku Baduy Minta Kampungnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Suku Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta pemerintah pusat untuk menghapus kawasan adat suku Baduy sebagai objek wisata. Surat pun sudah dilayangkan oleh Lembaga Suku Adat Baduy ke Gubernur Banten, kementrian Pariwisata, hingga Presiden Joko Widodo.

Hal ini tidak terlepas dari wisatawan yang datang ke wilayah suku Baduy dinilai terlalu berlebihan. Dikutip dari kompas.com, salah satu perwakilan Suku Adat Baduy, Heru Nugroho mengatakan penyebab ingin dihapuskannya kampung adat suku Baduy dari destinasi wisata adalah karena tersebarnya foto-foto Suku Baduy Dalam. Pasalnya, ada aturan dimana wisatawan dilarang mengambil gambar kawasan Suku Baduy Dalam wisatawan kerap memfoto Suku Baduy dalam.

Selain permasalahan foto, Heru menyebut Suku Baduy juga terusik dengan sampah yang dibawa wisatawan dari luar kawasan kampung adat.

“Membanjirnya wisatawan yang tujuannya enggak jelas, cuma nontonin orang Baduy, sebenernya membuat mereka risih. Belum lagi masalah sampah dan lain-lain,” lanjut Heru.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya tengah mencari solusi terkait keluhan Suku Baduy. Ia berharap solusi tersebut dapat menjaga keasrian kampung adat suku Baduy namun di sisi lain wisatawan pun tetap nyaman saat berwisata.

Mungkin nanti perlu diperketat jadi ketika pengunjung datang harus bawa kantong sampah atau plastik, karena pencemaran di sana juga sudah cukup tinggi,” ujar Iti seperti dikutip dari Republika.id.

Masyarakat Baduy Dalam sendiri memiliki perilaku yang lebih teguh saat menjalankan adatnya, sedangkan masyarkat Baduy Luar sudah mulai terpengaruh budaya luar sehingga mengalami perubahan dalam menajalankan adat istiadatnya. Kampung Baduy sejak tahun 1990 telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Lebak.

Ketaatan masyarakat Baduy terhadap peraturan adat mampu menciptakan daerah yang asri dan alami, daerah yang belum terjamah oleh pembangunan dan tekonologi.

Diperkirakan ada 5000-8000 orang suku Baduy. Luas wilayah kampung yang dihuni suku Baduy mencapai kurang lebih 5000 hektar. Wilayah suku baduy memiilki 56 kampung yang terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu Baduy dalam yang terdiri dari 3 kampung dan Baduy luar yang terdiri dari 53 kampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini