22.4 C
Indonesia
Sunday, July 3, 2022
spot_img

Tas Noken, Oleh-Oleh Khas Papua Yang Menjadi Warisan Budaya

Noken atau tas tradisional khas Papua merupakan salah satu hasil kerajinan tangan masyarakat setempat yang terbuat dari anyaman serat kulit kayu atau tumbuhan-tumbuhan lain seperti pandan, anggrek, dan sebagainya.

Tas ini umumnya digunakan untuk membawa berbagai keperluan seperti hasil perkebunan, tangkapan ikan dari laut atau pun danau, kayu bakar, serta barang-barang belanjaan lainnya dan juga digunakan untuk menyimpan berbagai hal di rumah.

Bagi masyarakat Papua, noken merupakan simbol identitas karena memiliki banyak makna serta filosofi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, tas noken juga mempunyai nilai estetik dan art (seni keindahan) melalui pembuatannya yang membutuhkan cipta, rasa, dan karya.

Dimasa lalu, bahan dasar dalam pembuatan noken terbilang masih sangat tradisional, yaitu berasal dari pohon pakis-pakisan, kelapa, dan lain-lain.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat, secara bertahap bahan-bahan untuk membuat noken pun beralih menjadi bahan-bahan yang lebih kuat seperti serat kayu dan rerumputan. Tak hanya kuat, bahan-bahan tersebut juga mudah diperoleh di dalam hutan.

Noken terdiri dari dua ukuran, yaitu besar dan kecil. Setiap ukuran noken disesuaikan dengan fungsi serta kebutuhan si pemakainya. Noken berukuran besar biasanya digunakan untuk menyimpan hasil kebun, kayu bakar, hingga membawa bayi. Sedangkan yang berukuran kecil, umumnya digunakan untuk menyimpan pinang, sirih, dan keperluan pribadi lainnya.

Sebagai sebuah kerajinan tradisional, tas noken dianggap memiliki ikatan sosial dan emosional yang sangat kuat sehingga dapat menghasilkan hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara pengrajin, benda yang dibuat, serta penggunanya atau dengan kata lain noken memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat seperti hubungan ikatan antar manusia dengan alam.

Di Papua, tas noken juga merupakan suatu lambang kebanggaan dan kebesaran hati yang secara tidak langsung telah melahirkan kemahiran dan pemahaman tentang kebudayaan adat Papua. Oleh karenanya, noken banyak digunakan masyarakat setempat diberbagai aktivitas seperti acara pengangkatan kepala adat, penjamuan tamu, berladang, berburu, dan berbagai aktivitas lainnya.

Pembuatan tas noken umumnya banyak dilakukan oleh kaum perempuan. Sebab, konon dimasa lalu noken merupakan simbol kedewasaan perempuan yang siap menikah. Perempuan yang mampu membuat kerajinan tersebut, maka Ia dianggap akan mampu dalam mengatur rumah tangannya.

Bukan hanya itu saja, noken juga digunakan sebagai benda yang wajib ada dalam setiap hantaran upacara pernikahan serta sebagai suatu simbol kewibawaan penguasa di dalam masyarakat yang digunakan sebagai alat pengukuhan atau penobatan kepala suku.

Untuk cara pakainya sendiri, noken memiliki keunikan saat digunakan, yaitu masyarakat yang memakai noken biasanya akan menyangkutkan tas tersebut di dahi mereka.

Karena keunikan serta kegunaan noken sebagai sebuah kerajinan tradisional yang pembuatannya memanfaatkan bahan baku dari alam, noken akhirnya dinobatkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia oleh UNESCO pada 4 Desember 2012.

Warisan budaya ini juga berhasil menjadi salah satu cendera mata favorit khas Papua dalam Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX yang dihelat pada 2 hingga 15 Oktober 2021.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

20,753FansSuka
3,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles