Home Jejak Tarian Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa tarian ini telah menjadi destinasi yang sangat menarik bagi para wisatawan domestik ataupun mancanegara.

Tarian Lego-Lego memiliki gerakan yang khas, yaitu  gerakan saling melingkar sambil saling bergandengan tangan satu dengan lainnya. Makna dari bergandengan tangan pada tarian Lego-Lego bagi masyarakat Tanah Alor adalah mengajarkan kehidupan rukun, saling membantu, dan toleransi terhadap perbedaan etnis.

Makna dan ciri khas dari tarian lego-lego menyadarkan kita bahwa hidup harus selalu rukun, saling membantu dan menjaga toleransi antar sesama. Indonesia memiliki banyak sekali peninggalan sejarah dan kebudayaan yang mengandung makna kebaikan. Karena itulah sudah saatnya kita sebagai generasi muda harus bangga, jika Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, serta menjunjung tinggi kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

Satyananda (2017) memaparkan, tarian lego-lego dipandu oleh 2 orang juru yang berperan sebagai Pukong atau juru pantun. Biasanya, yang sering dipilih sebagai juru adalah orang yang telah dituakan. Setelah juru membacakan doa kemudian seluruh masyarakat ikut bergabung di dalam tarian Lego-Lego tersebut.

Tarian Lego-Lego memiliki banyak sekali prosesi yang harus dilalui, tujuannya agar masyarakat Tanah Alor mendapatkan perlindungan dan terhindar dari marabahaya serta melindungi pemukiman atau tempat tinggal mereka dari hewan liar.

Tidak hanya itu, tarian Lego-Lego juga dipengaruhi oleh hal-hal penting yang berkaitan erat dengan ritual membangun rumah adat dan membangun tempat ibadah. Tarian Lego-Lego merupakan warisan turun-temurun, tarian ini juga biasanya digunakan sebagai ungkapan syukur dan rasa gembira.

Saat ini tarian Lego-Lego sering digunakan untuk penyambutan dalam acara resmi, seperti penyambutan tamu undangan dari luar kota ataupun luar negeri yang datang ke Tanah Alor untuk berkunjung. Dengan menampilkan tarian tersebut kepada khalayak umum, maka ini menjadi bukti bahwa masyarakat Alor di NTT selalu senantiasa menjaga kelestarian budaya sebagai warisan Bangsa yang harus terus dilestarikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini