Home Alam Sekitar Tanaman Obat di Gede Pangrango yang Wajib Traveler Tahu

Tanaman Obat di Gede Pangrango yang Wajib Traveler Tahu

Liburan di masa new normal memang membuat sebagian traveler ragu. Tapi jika tetap mengikuti protokol kesehatan dan menjaga jarak, liburan seru seperti berkemah tetap bisa dinikmati.

Salah satu tempat yang cocok untuk berkemah adalah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Sayangnya, lokasi perkemahan berada di hutan dan cukup jauh dari pusat kesehatan. Akan sangat membuat cemas kalau ada rekan berkemah kita pasti bingung jika ada rekan berkemah yang terluka atau sakit.

Namun jangan dulu cemas, kita dapat memanfaatkan tumbuhan obat yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrarango.Berikut beberapa tumbuhan obat yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang bisa dipakai untuk pertolongan pertama.

Jawer kotok besar/letah ayam (Rubia cordifolia)
Jawer kotok besar atau letah ayam memiliki beberapa manfaat. Manfaat jawer kotok besar atau letah ayam sebagai obat sariawan, bau mulut, alergi, luka pada wanita setelah persalinan, wasir, batuk, disentri dan radang pernafasan. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah daun. Cara pemanfaatannya dengan dicuci terlebih dahulu kemudian dimakan langsung atau ditumbuk untuk ditempelkan langsung ke bagian tubuh yang mengalami masalah.

Babandotan (Ageratum conyzoides)
Manfaat babandotan atau kadang disebut juga babadaton adalaH daun yang dikenal sebagai obat luka, lambung, typus, hati, sariawan, alergi dan luka pada wanita setelah persalinan.

Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah akar, batang dan daun. Cara pemanfaatannya dengan dicuci terlebih dahulu kemudian direbus untuk diminum airnya atau ditumbuk untuk ditempelkan langsung ke bagian tubuh yang mengalami masalah.

Cecendet (Physalis peruviana)
Cecendet memiliki beberapa manfaat. Manfaat cecendet sebagai obat darah tinggi, diabetes, sakit pinggang, masuk angin, lambung dan sariawan. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah akar dan daun. Cara pemanfaatannya dengan dicuci terlebih dahulu kemudian direbus untuk diminum airnya.

Hariang bereum (Begonia isoptera)
Hariang beureum memiliki beberapa manfaat. Manfaat hariang bereum sebagai obat diabetes, darah tinggi, kolesterol, sariawan, kulit, keracunan, jerawat dan penambah stamina. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah batang. Cara pemanfaatannya dengan dicuci terlebih dahulu kemudian direbus untuk diminum airnya atau bisa juga dimakan langsung setelah dicuci.

Pegagan/antanan kecil (Centella asiatica)
Antanan kecil atau pegagan memiliki beberapa manfaat. Manfaat antanan kecil atau pegagan sebagai obat demam dan typus. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah akar, batang dan daun. Cara pemanfaatannya dengan dicuci terlebih dahulu kemudian direbus untuk diminum airnya atau ditumbuk untuk ditempelkan langsung ke bagian tubuh yang mengalami masalah.

Nahm Itu tadi beberapa tumbuhan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan luka atau saat di dalam hutan. Meski sudah tersedia di alam bebas, alangkah bagusnya jika saat traveling atau berkemah mempersiapkan perbekalan dengan sempurna, termasuk membawa obat-obatan pribadi dan jika sakit atau lukanya dirasa parah, jangan ragu untuk pergi ke pusat pengobatan terdekat. Stay safe!

Penulis: Alvionita Ritawati

Referensi: Ritawati A. 2018. Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Resort Cibodas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat Sekitar. [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini