Home Jejak Agrikultur Tanah Gemah Ripah Loh Jinawi, Pertanian Berkembang Pesat Sejak Zaman Kerajaan Hingga...

Tanah Gemah Ripah Loh Jinawi, Pertanian Berkembang Pesat Sejak Zaman Kerajaan Hingga Kini

Dikenal dengan julukan Gemah Ripah Loh Jinawi yang artinya tanah kaya raya, tentram, makmur, dan subur, Indonesia dikenal memiliki hasil pertanian yang melimpah.

Bangsa Nusantara sejak dahulu kala dikenal sebagai bangsa yang hebat. Sejak zaman Majapahit, pertanian menjadi sektor utama dibidang perekonomian. Hal tersebut didukung dengan adanya sistem pengairan dan teknologi pertanian yang memadai.

Hasil pertanian di masa kerajaan Majapahit antara lain beras, cabe, umbi, kacang-kacangan, rempah-rempah, palem, buah, dan labu. Di antara itu semua yang menjadi komoditi unggulan, adalah beras. Beras menjadi kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi bahan pangannya. Bahkan, di masa Majapahit beras dijadikan sebagai barter untuk rempah-rempah dengan pihak Maluku.

Tak hanya itu, beras juga mulai diperjualbelikan dengan pedagang dari luar negeri sehingga penerimaan pajak terbesar kerajaan berasal dari sektor pertanian.

Di era penjajahan Belanda, hasil pertanian Indonesia menjadi pasokan utama untuk dikirim ke negara-negara Eropa. Maka tak heran muncul kerja rodi dan tanam paksa di kalangan masyarakat pribumi.

Masuk era orde baru sektor pertanian berkembang pesat seiring dengan majunya perkembangan teknologi. Bahkan istilah bercocok tanam saja lebih luas maknanya. Mulai dari bertani, perikanan, peternakan, dan sumber daya lahan.

Sekarang ini pertanian menjadi komoditi tersendiri yang mempunyai nilai ekonomis dengan skala impor dan ekspor sesuai dengan kebutuhan. Dari segi ekonomi,pertanian menjadi sektor yang paling menjanjikan.

Hasi tani sejak dahulu hingga kini yang dikenal sebagai produk unggulan Indonesia antara lain karet, minyak sawit, kakao, kopi, teh, singkong, beras dan rempah-rempah.

Hasil pertanian Indonesia di era modern mengalami peningkatan yang pesat. Hal tersebut dilihat dari kurva ekspor pertanian yang terus naik, meskipun di tengah masa pandemi.

Dikutip dari Kompas.com, sejak Januari hingga Maret data kinerja neraca perdagangan mengalami kenaikan. Surplus 2,62 miliar dollar AS.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian sejak dahulu hingga saat ini menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, sebagai anak muda janganlah lupa untuk selalu menyadari bahwa kita memiliki tanah yang gemah ripah loh jinawi .

Sayangnya, menjadi seorang petani di mata generasi muda dianggap sebagai pekerjaan orang desa. Padahal, sektor pertanian yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang sangat besar sehingga dapat membantu perekonomian negara.

Kekayaan alam dan hasil tani yang melimpah juga merupakan jati diri bangsa. Potensi besar yang dimiliki sektor pertanian, hendaknya jadi perhatian semua warga negara, terlebih generasi muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Tak Lazim, Arca Ganesha Gimbal Disebut Temuan Langka

Maret 2019, ditemukan sebuah patung Ganesha di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ada yang unik dari...

Getaran Gempa Cianjur Terasa Hingga Bogor dan Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Minggu (9/8/2020). Gempa terjadi pukul 18.52 WIB dengan magnitudo...

Benteng Martello Sisa Pertahan VOC di Pulau Seribu

Kepulauan Seribu yang berada di utara Jakarta memang pilihan tepat untuk berlibur di hari Minggu ini. Jaraknya dekat dengan ibukota membuat kamu...

Masyarkat Kampung Naga Pegang Teguh Budaya Pamali

Tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Sedunia. Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia atau International Day of The World's Indigenous People...

Komentar terkini