23.4 C
Indonesia
Monday, October 18, 2021

TAPAK.id

spot_img

Sunda Land awal Peradaban Dunia

Istilah “Atlantis” mungkin merupakan sebuah istilah yang sudah kita dengar. Bahkan pada 2001, sebuah industri film di Amerika Serikat membuat film animasi bertajuk “Atlantis: The Lost Empire”. Judul itu diambil karena Atlantis merupakan sebuah tempat yang dipercaya dulunya memang ada, namun hilang atau tenggelam. Bukan hanya film, buku-buku bahkan penelitian-penelitian yang membahas tentang Atlantis masih banyak ditemukan hingga abad ini.

Bukan hanya Atlantis, istilah “wilayah yang hilang” juga kerap disematkan pada sebuah wilayah lain di dunia. Uniknya, kota yang hilan gini berada di Indonesia, lho! Sebutannya adalah Sunda Land.

Sudah pernah mendengarnya, belum?

Yuk, kita bahas dalam artikel di bawah ini!

Sunda Land, kawasan misterius di peradaban lampau

Sunda Land dipercaya sebagai sebuah benua besar yang tenggelam perlahan dari ribuan tahun yang lalu. Menurut Prof. Adjat Sudrajat, seorang guru besar geologi dari Universitas Padjajaran, nama Sunda Land diberikan oleh para pembuat peta yang berasal dari Portugis. Saat mereka menjelajah ke Indonesia, mereka menemukan ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sunda.

Oleh karena itu, semua wilayah yang mereka temukan diberi nama “Sunda”, mulai dari Pulau Sunda Besar dan Sunda Kecil, hingga Laut Sunda. Penamaan ini termasuk penamaan untuk benua yang mereka temukan, yaitu Sunda Land.

Sebagai sebuah benua, Sunda Land mencakup beberapa wilayah yang saat ini kita kenal sebagai Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Malaysia, Thailand, dan beberapa bagian Filipina. Wilayah-wilayah ini ada sampai sekarang akibat banjir besar yang melanda Sunda Land dan membuat beberapa bagian dari benua ini tenggelam.

Menariknya, Sunda Land juga sempat dianggap sebagai awal peradaban dunia, lho!

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oppenheimer, seorang guru besar di Oxford University, sekaligus penulis buku Eden in the East menunjukkan bahwa orang-orang Polinesia (penduduk asli benua Amerika) sebenarnya berasal dari suatu wilayah di Asia Tenggara, bukan dari Cina sebagaimana selama ini dipercaya.

Oppenheimer juga menyatakan bahwa nenek moyang induk manusia modern, yakni mereka yang berasal dari Mesir, Mediterania, dan Mesopotamia juga berasal dari sebuah wilayah di Asia Tenggara, yakni tanah Melayu.

Persebaran tersebut dipercaya terjadi karena adanya migrasi akibat banjir besar di Sunda Land.

Sunda Land adalah Atlantis?

Kesamaannya sebagai sebuah wilayah yang hilang membuat Sunda Land kerap disebut sebagai jejak Atlantis. Namun apakah hal ini terbukti benar?

Arysio Nunes dos Santos, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi asal Brazil, menulis buku berjudul “Atlantis: The Lost Continent Finally Found” pada tahun 2005.

Dalam buku tersebut, ia menjadikan buku Atlantis yang ditulis oleh Plato sebagai sebuah patokan. Dari hasil penelitiannya, ciri Atlantis yang disebut oleh Plato sangat mirip dengan lokasi Indonesia saat ini, terutama ke arah barat.

Buku kedua yang terbit terkait penelitian ini adalah buku milik Oppenheimer seperti dibahas di atas. Ia memang tidak menyebut langsung bahwa Sunda Land merupakan jejak Atlantis, namun dalam bukunya, ia menjelaskan bahwa Sunda Land merupakan awal peradaban dunia, sama seperti Atlantis dianggap sebagai sebuah benua di peradaban awal.

Meskipun sudah ada beberapa buku yang berkaitan dengan penelitian antara persamaan Sunda Land dan Atlantis, namun hal ini dianggap belum sepenuhnya benar oleh beberapa ilmuwan. Selama belum ada bukti seperti temuan arkeologis, misalnya, Sunda Land belum bisa disebut sebagai jejak Atlantis.

Menurut kamu bagaimana?

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

20,753FansSuka
2,987PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles