Home Jejak Artefak Situs Cilongkrang, Singgasana Lembu Andini di Gunung Jambu

Situs Cilongkrang, Singgasana Lembu Andini di Gunung Jambu

Puncak Gunung Jambu di Kelurahan Cilongkrang Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap menyimpan sebuah situs purbakala. Meski kondisinya di puncak gunung, situs tersebut masih awet hingga sekarang.

Namanya Situs Cilongkrang. Berdasarkan data dari pemerintah Kabupaten Cilacap, situs tersebut tak jauh dari aliran Sungai Citandui. Wilayah situs Cilongkrang tepatnya berada di Afdelling Meluwung yaitu sekitar perkebunan karet Desa Cilongkrang dengan ketinggian sekitar 500 mdpl lebih.

Situs Cilongkrang ini merupakan milik PT Perkebunan Nusantara IIatau PTPN II yang merupakan wilayah bekas Badan Usaha Milik Negara dalam bidang agribisnis perkebunan.

Pada situs ini ditemukan batu yoni dengan ukuran panjang 86cm lebar 85 cm dan cekungan sedalam 29 cm yang terpecah menjadi empat bagian, patung Lembu Andini sepanjang 75 cm pecah menjadi dua bagian, satu batu pipisan dengan ukuran 40 cm lebar 30 cm.

Sedangkan keberadaan Lingga ditemukan dua buah yang letaknya
cukup jauh sekitar 300 meter dari Yoni dengan tinggi sekitar 40 cm.

Keberadaan benda purbakala berupa Lingga Yoni dan patung Lembu Andini di desa Cilongkrang merupakan sebuah Mandala atau penanda bahwa wilayah tersebut adalah wilayah yang merdeka pada masa Hindu yang disinyalir merupakan peninggalan kerajaan Sunda (Galuh atau Pajajaran) di Kabupaten Cilacap, khususnya yang bercorak Hindu Siwa.

Peletakkan Lingga dan Yoni serta patung Lembu Andini di puncak Gunung Jambu menunjukkan pemilihan lokasi sesuai dengan konsep Hindu Siwa yang mempertimbangkan meru yang berfungsi sebagai tempat suci pemujaan kepada dewata, peringatan untuk
pemujaan kepada raja, atau bahkan tempat pertapaan dan penyucian diri.

Keberadaan situs Cilongkrang tersebut juga merupakan bagian dari adanya interaksi antara penguasa lokal dengan raja atau bangsawan. Lokasi Gunung Jambu tempat situs Cilongkrang berada oleh masyarakat setempat dipercaya pernah menjadi tempat petilasan Syekh Abdul Qadir Jaelani.

sumber: Radarbanyumas.com | cilacapkab.go.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini