Home Jejak Serangan ke Loji Belanda Tonggak Hari Lahir Kota Padang

Serangan ke Loji Belanda Tonggak Hari Lahir Kota Padang

Sejak abad ke-15, keberadaan kota Padang dikenal sebagai bandar perdagangan. Saat itu Kerajaan Aceh ingin menguasai pantai barat Sumatera.

Dengan berhasil menguasai wilayah tersebut, Kerajaan Aceh berharap dapat membuka jalur perdagangan melalui Selat Sunda.Niat Kerajaan Aceh membuka jalur perdagangan melalui Selat Sunda tak terlepas dari blokade yang dilakukan Portugis di Selat Malaka.

Jatuhnya Kesultanan Malaka di tangan Portugis membuat Selat Malaka sulit dijangkau Kerajaan Aceh untuk melakukan perdagangan.

Namun, ternyata pantai barat Sumatera juga menjadi incaran Belanda. Kolonial Belanda menganggap pantai barat Sumatera jalur yang menguntungkan dari segi ekonomi. Pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di pantai barat Sumatra.

Untuk memuluskan jalannya, Belanda kemudian mendirikan benteng di sekitar pantai barat Sumatera. Warga setempat merasa jengah dengan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang Belanda di tanah kelahiran mereka.

Dikutip dari buku Padang Riwayatmu Dulu (1988) karya Rusli Amran, perlawanan tersebut dipimpin oleh seorang “Rajo (raja) dari Minangkabau”. Masyarakat melancarkan serbuan ke benteng Belanda.

Benteng ini sempat diduduki oleh rakyat Minangkabau sehingga mengakibatkan perusahaan dagang Belanda VOC mengalami kerugian cukup besar. Ditaksir kerugian mencapai 28 ribu gulden.

Meski pada akhirnya benteng tersebut kembali ke pelukan Belanda, peristiwa tersebut dianggap sebagai sejarah berdirinya Kota Padang.

Pemerintah kota dan DPRD kemudian berkonsultasi dengan para sejarawan dan tokoh masyarakat. Disepakati sebagai hari lahir Kota Padang adalah 7 Agustus. Tanggal dimana rakyat Minangkabau merebut benteng milik Belanda di pantai barat Sumatera.

sumbe: Tirto.id, Goodnewsfromindonesia.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini