Home Jejak Salinan Rekaman Lagu Indonesia Raya Ada di Tangerang

Salinan Rekaman Lagu Indonesia Raya Ada di Tangerang

Ir.Soekarno memberi mandat kepada Wage Rudolf (WR) Supratman. Dalam mandatnya, Bung Karno meminta WR Supratman untuk membuat lagu kebangsaan yang akan diperdengarkan ketika Sumpah Pemuda.

WR Supratman menyanggupi permintaan dari Bung Karno. Ia lalu mengajak rekan satu kelompok orkestranya, Yo Kim Tjan untuk merekam lagu kebangsaan yang kemudian diberi judul Indonesia Raia (kini Indonesia Raya).

Saat itu keduanya baru merekam alunan musiknya, belum terdapat lirik. Penuturan sejarah tersebut diceritakan oleh Udaya Halim, pemilik Museum Benteng Heritage di Tangerang.

Ia mendapatkan cerita ini melalui putri bungsu Yo Kim Tjan, Kartika pada tahun 2015. Udaya Halim sebelumnya telah melakukan riset selama 3 tahun mengenai rekaman lagu Indonesia Raya.

Udaya Halim juga memiliki salinan piringan hitam yang tersimpan dan dapat diperdengarkan secara eksklusif di museum miliknya.

Piringan hitam tersebut bukan tidak memiliki dokumen asli. Piringan hitam asli rekaman lagu Indonesia (dulu berjudul Indonesia Raya) tersebut masih disimpan oleh Yo Kim Tjan sampai tahun 1957.

Yo Kim Tjan menyimpan piringan hitam asli tersebut sesuai dengan pesan WR Supratman sebelum meninggal tahun 1938. Kartika, menurut penuturan Udaya Halim selalu membawa piringan hitam berisi rekaman lagu Indonesia Raya itu kemanapu dirinya dan sang ayah mengungsi.

Salinan tersebut kini sudah diperbanyak dan disimpan di Museum Benteng Heritage di Kota Tangerang.

sumber: kemendikbud.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini