Home Lifestyle Problem Milenial, Hobi Liburan Tapi Lupa Menabung

Problem Milenial, Hobi Liburan Tapi Lupa Menabung

Terjebak macet dan rutinitas pekerjaan setiap hari memang gampang memicu stres. Salah satu cara untuk mengusir stres bagi generasi milenial adalah dengan berlibur. Memanfaatkan gaji bulanan dan cuti yang diterima dari kantor, pergi berlibur jadi suatu kewajiban.

Tidak ada yang salah dengan berlibur. Selain bisa menghilangkan stres liburan juga bisa menambah pengalaman hidup. Tapi perlu diingat liburan dalam waktu yang relatif sering tentunya akan menggerogoti isi dompet kamu lho.

Dikutip dari Kompas.com, dalam laporannyya, JP Morgan menyebut menyebut, generasi milenial lebih senang membelanjakan uang untuk berlibur, hiburan, dan makan di restoran ketimbang generasi sebelumnya.

Soal liburan, Sebuah lembaga survei, Expedia pernah melakukan jajak pendapat terhadap kelompok umur terkait perlunya liburan. Hasilnya, mayoritas generasi milenial dalam satu tahun menghabiskan sekitar 35 hari untuk dipakai liburan.

Generasi milenial juga tidak tanggung-tanggung dalam alokasi dana liburan. Hasi riset mengungkapkan jika 40-50% pendapatan per tahun digunakan untuk kegiatan di luar rumah. Seperti makan, belanja, dan liburan.

Dikutip dari Business Insider, Laporan terbaru yang dirilis Travelport menyebut milenial menghabiskan lebih banyak uang untuk liburan dibandingkan generasi-generasi lainnya. Bahkan, satu dari tiga milenial bersedia mengeluarkan dana Rp 70,4 juta untuk liburan.

Tidak hanya di dalam negeri, luar negeri juga menjadi tujuan favorit para milenial untuk melancong. Dilansir dari laman kompas.com, Jepang merupakan destinasi wisata favorit milenial saat ini.

Meski biaya hidupnya mahal, Jepang tetap dipilih terlebih pihaknya tengah bekerja sama dengan salah satu Bank BUMN menyediakan promo tiket pesawat.

Selain karena sifat dan karakter milenial yang cenderung dinamis, bebas, dan suka mencoba hal baru, hal lain yang menyebabkan milenial kerajingan liburan adalah media sosial. Di media sosial terutama Instagram dan Youtube berseliweran foto atau video spot wisata baru setiap pekannya. Entah dari unggah teman atau public figure.

Kaum milenial akan merasa kurang jika konten di media sosial mereka belum menjelajah ke tempat-tempat baru yang hits dan instagramable.

Namun kebiasaan pergi jalan-jalan atau berlibur ini mesti diwaspadai. Sebab jika tidak diimbangi dengan manajemen keuangan yang bagus, bukan tidak mungkin kaum milenial akan mengalami kesulitan finansial di masa-masa mendatang.

Dalam survei terbaru, milenial hanya menganggarakan 10-11 persen untuk tabungan. Jumlah yang masih jauh untuk mengamankan kondisi finansial di masa mendatang atau untuk menghadapi hal tak terduga.

Pandemi Covid-19 ini bisa menjadi contoh bagaimana milenial kelabakan kondisi keuangannya akibat pemotongan gaji atau bahkan PHK. Hingga akhirnya saat mereka keluar dari pekerjaannya tidak memiliki simpanan sama sekali. Mulai dari sekarang, mumpung masih di rumah aja, yuk mulai menabung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Tak Lazim, Arca Ganesha Gimbal Disebut Temuan Langka

Maret 2019, ditemukan sebuah patung Ganesha di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ada yang unik dari...

Getaran Gempa Cianjur Terasa Hingga Bogor dan Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Minggu (9/8/2020). Gempa terjadi pukul 18.52 WIB dengan magnitudo...

Benteng Martello Sisa Pertahan VOC di Pulau Seribu

Kepulauan Seribu yang berada di utara Jakarta memang pilihan tepat untuk berlibur di hari Minggu ini. Jaraknya dekat dengan ibukota membuat kamu...

Masyarkat Kampung Naga Pegang Teguh Budaya Pamali

Tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Sedunia. Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia atau International Day of The World's Indigenous People...

Komentar terkini