Home Jejak Pramuka, Catatan Sejarah Hingga Sumbangsih Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Pramuka, Catatan Sejarah Hingga Sumbangsih Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Selain sebagai bulan kemerdekaan, Agustus juga adalah bulan pramuka Indonesia. Ya, setiap tanggal 14 Agusutus diperingati sebagai Hari Praja Muda Karana (Pramuka). Tahun ini Pramuka genap berusia 59 tahun.

Gerakan kepanduan (cikal bakal Pramuka) di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

Melihat fenomena berkembangngnya Gerakan Kepanduan di kalangan organisasi yang berhaluan nasionalis, pemerintah Hindia Belanda mulai melarang kaum pribumi nasionalis untuk menggunakan istilah Padvinderij.

Itulah sebabnya, K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan dalam gerakannya yang mampu mempersatukan pemuda Indonesia hingga tercetus Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Pasca pelaksanaan Sumpah Pemuda di tahun 1928, beberapa organisasi yang sudah ada mulai melebur ke dalam gerakan kepanduan. Puncaknya, tahun 1930 organisasi kepanduan menggabungkan diri hingga menjadi Kepanduan Bangsa Indoesia (KBI).

Untuk menggalang persatuan dalam rangka memupuk nasionalisme merebut kemerdekaan Indonesia, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pernah memiliki program kegiatan yang dikenal dengan istilah All Indonesian Jamboree yang dalam perkembangannya mengalami perubahan menjadi Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem, (PERKINO) yang berlangsung pada 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu dan semakin masifnya organisasi kepanduan di tanah air, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961.

Sultan Hamengkubuwana IX (kiri), Bapak Pramuka Indonesia | Sumber Foto: Buku Kenangan Lukisan Perjuangan Rakyat Indonesia 1945-1950 terbitan Kementerian Penerangan dan Bentara Budaya Yogyakarta.

Istilah Pramuka sendiri merupakan usulan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sri Sultan mengambil dari istilah poromuko, semacam pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX sendiri merupakan Wakil Ketua Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas) Pramuka. Bertindak sebagai ketua Mapinas pertama adalah Presiden Sukarno. Sri Sultan juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama sejak 1961 dan terpilih kembali sampai 4 periode selanjutnya hingga tahun 1974.

Di gerakan kepanduan maupun kepramukaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga mendapat sebutan Pandu Agung karena sosoknya yang mencerminkan seorang guru dan panutan bagi Pramuka Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Pramuka Indonesia terkenal hingga mancanegara. Pada 1973, Sultan HB IX menerima penghargaan tertinggi dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Organisasi Kepanduan Internasional, yakni Bronze Wolf Award.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Sejarah Pendidikan Perempuan di Siak Sri Indrapura

Sejak dahulu pendidikan merupakan hal yang sangat diperlukan bagi seluruh perempuan agar menjadi sosok individu yang cerdas, kreatif, berpengetahuan luas, dan inovatif....

Perwalian Kekuasaan Putra Wiralodra

F. C. Hasselaer adalah salah seorang pejabat VOC yang selanjutnya berposisi sebagai Residen Cirebon. Dalam memorinya yang berangka tahun 1765, pejabat yang...

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Komentar terkini