Home Jejak Agrikultur Berkembang Sejak Masa Kerajaan, Ini Kilas Balik Sistem Pertanian di Indonesia

Berkembang Sejak Masa Kerajaan, Ini Kilas Balik Sistem Pertanian di Indonesia

Indonesia dikenal dengan negara agraris. Ini tidak terlepas dari banyaknya penduduk Indoensia yang menggantungkan hidup sebagai petani.

Kehidupan sebagai petani sudah ada bahkan sejak zaman kerajaan Majapahit. Pertanian di era Majapahit mengembangkan pertanian basah atau lebih sering dikenal dengan pertanian sawah.

Hasil utama dari pertanian sawah ini adalah padi yang menjadi konsumsi utama dari masyarakat Jawa kuno hingga saat ini. Pertanian sawah ini memerlukan air dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, pada masa Majapahit ini pula sistem irigasi atau pengairan mendapat perhatian dari pihak penguasa.

Dalam mengerjakan lahan sawah, petani mempergunakan peralatan tradisional nan sederhana seperti pacul, bajak, garu, dan parang.

Di era kolonial Belanda, Gubernur Jendral Johannes van den Bosch mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya atau sekitar 20% untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya kopi, tebu, dan nila.

Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial.

Penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja 75 hari dalam setahun (20%) pada kebun-kebun milik pemerintah yang menjadi semacam pajak.

Pertanian di Indonesia pada satu dekade terakhir mengarah kepada pertanian organik. Sejak 2010 dicanangkan program pertanian jenis ini. Namun karena kekurangsiapan para petani di Indonesia menjadikan rencana pertanian organik diundur sampai 2014. Sejak 2010 pula ini penggunaan pupuk kimia sudah mulai dikurangi dan pertanian organik mulai digalakkan di beberapa daerah.

Dengan beragamnya media dan luas lahan, pertanian di Indonesia dibagi menjadi beberapa sistem bercocok tanam, di antaranya:

Sistem Perkebunan

Dalam sistem perkebunan, tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama. Berkisar antara kurang dari setahun hingga puluhan tahun Komoditas yang ditanam pun biasanya berukuran besar. Contohnya pohon jati, sengon, dan mahoni.

Sistem Ladang

Ladang menjadi salah satu jenis sistem pertanian yang menggunakan alat sederhana seperti cangkul, pisau, dan parang. Perbedaan dengan sistem pertanian yang lainnya yaitu proses bercocok tanamnya dilakukan dengan berpindah-pindah atau nomaden. Jenis tumbuhan yang ditanam antara lain umbi-umbian, jagung, kacang panjang, kedelai, dan wortel.

Sistem Pekarangan

Pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Lahan ini jika dipelihara dengan baik akan memberikan lingkungan yang menarik nyaman dan sehat serta menyenangkan sehingga membuat betah tinggal di rumah.

Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan. Misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan.

Sistem Sawah

Sistem sawah, merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan. Ini dicapai dengan sistem pengairan yang sinambung dan drainase yang baik.

Sistem sawah sudah dikenal oleh masyarakat Jawa kuno hingga sekarang. Hasil utama dari pertanian sawah ini adalah padi yang menjadi konsumsi utama mayoritas penduduk Indonesia. Sistem pertanian ini memerlukan air dalam jumlah yang banyak. Sehingga dibangun irigasi, tujuannya agar sawah tercukupi kebutuhan airnya.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah tidak asing dengan sistem pertanian. Sayangnya, bertani seringkali diidentikan dengan pekerjaan orang desa sehingga tidak menarik minat generasi muda untuk terjun dalam bidang pertanian.

Semakin ironis saat jumlah petani secara jumlah makin sedikit. Kondisi ini diperparah dengan terus berkurangnya lahan pertanian, tergerus pemukiman dan kawasan industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini