Home Lifestyle Kuliner Perjalanan Sejarah Klepon, Kue Khas Jawa yang Heboh di Twitter

Perjalanan Sejarah Klepon, Kue Khas Jawa yang Heboh di Twitter

Warganet dihebohkan dengan postingan foto yang menyebut kue klepon tidak islami. Entah siapa yang mengunggah foto ini pertama kali, namun di salah satu akun Twitter postingan tersebut telah di-retweet sebanyak lebih dari 2000 kali pada Selasa (21/7/2020) dan menjadi viral.

Klepon atau kelepon merupakan makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan tapioka. Warna hijau di permukaan luar karena adonan diwarnai dengan pasta yang terbuat dari daun pandan atau suji.

Bagian dalam klepon diisi dengan potongan gula aren yang ketika direbus meleleh sehingga tercipta cairan manis yang memberi sensasi tersendiri saat dimakan. Dengan bahan-bahan alami tersebut dapat dipastikan kue klepon adalah makanan yang halal, sehat, dan tentunya nikmat.

Pada 1950-an, klepon yang berasal dari Jawa diperkenalkan oleh imigran Indo ke Belanda. Lambat laun klepon diterima bangsa Eropa. Terbukti dengan adanya klepon sebagai salah satu menu di restoran Belanda.

Presiden Soekarno dalam suatu kesempatan juga pernah menghidangkan kue klepon untuk tamu negara. Saat itu Menteri Luar Negeri sekaligus Deputi Perdana Menteri Malaysia, Tun Abdul Razak diajak untuk mencicipi kue klepon.

Presiden Soekarno berharap lewat diplomasi kuliner itu, ketegangan antar Indonesia-Malaysia bisa mencair. Sama seperti gula aren di dalam klepon.

Tidak berbeda dengan batik dan reog, kue klepon merupakan warisan leluhur Nusantara. Perlu dijaga agar tidak di-klaim negara lain, juga agar anak cucu kita, di masa depan dapat memperkenalkan warisan leluhurnya ke seluruh dunia.

Lebih dari itu, Sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran, sudah sepatutnya mencerna informasi yang beredar. Jangan sampai termakan berita bohong atau isu SARA yang dapat memecah belah kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Penyamun Kidul, Si Pengacau Kompeni

Pasca merengkuh Tanah Priangan dari Mataram melalui serangkaian perjanjian di tahun 1677, Kompeni tidak langsung mengurus wilayah barunya itu. Di samping maskapai...

Pembagian Wilayah Cirebon Dari Masa Ke Masa

Sejak dirintis oleh Pangeran Walangsung a.k.a Pangeran Cakrabuana di era Pajajaran akhir, Cirebon telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pedukuhan kecil yang...

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Komentar terkini