Home Alam Sekitar Perburuan Kayu Pohon Langka Makin Menghawatirkan

Perburuan Kayu Pohon Langka Makin Menghawatirkan

Penebangan pohon langka kian merajalela. Untuk kepentingan bisnis atau sekedar pelebaran jalan, pohon berusia ratusan tahun tersebut dibabat secara sembarangan.

Seperti yang terjadi di Tulungagung. Puluhan pohon jenis Sonokeling yang berjejer di pinggir jalan provinsi mulai wilayah Gondang, Sumbergempol sampai Rejotangan ditebang secara serampangan.

Direktur Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Tulungagung Muhamad Ichwan Mustofa menyayangkan penebangan pohon jenis Sonokeling tersebut. Menurut dia, pohon sonokeling terdaftar dalam Appendix II, tergolong spesies dilindungi karena langka.

“Dari sini kita tahu jika jenis pohon sonokeling bukan main-main,” ungkapnya seperti dikutip dari radartulungagung.com.

Jika dinominalkan atau diuangkan, harga kayu dari pohon Sonokeling bisa sampai ratusan juta rupiah. Sebab, pohon jenis ini harganya bisa sekitar tiga sampai lima kali lipat lebih mahal dibanding kayu jati.

Pohon-pohon langka di Indonesia seperti kurang mendapat perhatian. Dikutip dari Mongabay.com, peneliti Botani dan Ekologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tukirin Partomihardjo, menyebut sampai saat ini belum terdata rapi berapa jenis pohon langka di Indonesia.

Sebagai gambaran, di Jawa saja, yang sudah banyak mengalami kerusakan habitat, masih ada sekitar 3.000-an jenis tumbuhan.

Salah satu pohon langka yang kayunya diburu untuk bangunan adalah resak brebas atau pelahlar laki. Pohon yang tumbuh di Jawa Barat dan Jawa Tengah itu kini menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi pelestari alam dunia masuk dalam kategori critically endangered atau kritis.

Artinya menuntut untuk segera dilakukan konservasi karena jika dibiarkan pohon tersebut akan punah dalam waktu dekat.

Sialnya, meski terancam punah perburuan kayu langka masih terus terjadi dan tanpa penanaman kembali pohon yang sejenis.

Pada tahun 2017 University of Maryland mencatat penurunan kehilangan tutupan pohon di hutan primer Indonesia sebesar 60 persen dengan kata lain pohon-pohon, termasuk pohon dengan kayu jenis langka di hutan Indonesia berkurang karena penebangan.

Masih di tahun yang sama, Kementrian Kehutanan Republik Indonesia mencatat  470 ribuan hektare hutan Indonesia hilang akibat pembalakan liar atau ilegal loging.

Penanaman kembali atau relokasi menjadi menjadi solusi agar keberadaan pohon langka di Indonesia tidak cepat punah. Namun, solusi tersebut memerlukan ketegasan pemerintah sebagai pembuat aturan.

Jika tidak perburuan kayu langka akan terus terjadi atas kepentingan bisnis. Imbasnya jumlah pohon langka di tanah air terus menurun. 5-10 tahun ke depan bukan tidak mungkin beragam jenis pohon langka yang ada di hutan Indonesia hanya tinggal nama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini