Home Berita Penghapusan Wisata Baduy, Bupati Lebak: Lembaga Adat Tak Pernah Beri Mandat

Penghapusan Wisata Baduy, Bupati Lebak: Lembaga Adat Tak Pernah Beri Mandat

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya memberi klarifikasi terkait polemik suku Baduy yang meminta kawasan adatnya dihapus dari destinasi wisata. Iti mengaku terkejut dengan pemberitaan tersebut, terlebih dalam berita yang beredar perwakilan suku Baduy sampai mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan dengan lembaga adat Baduy, Iti membantah adanya mandat dari lembaga adat Baduy ke pihak luar soal permintaan kawasan suku Baduy dihapus dari destinasi wisata Kabupaten Lebak.

“Alhamdulillah ada surat pernyataan bersama lembaga Adat Baduy yang intinya tidak pernah memberikan mandat, termasuk perwakilan di luar Baduy. Dan surat yang dikirim dibuat dengan mengatasnamakan Lembaga Adat Baduy, substansi isi tulisan surat tersebut tidak diketahui oleh lembaga adat,” tulis Iti seperti yang dilihat Tapak.id di akun Instagramnya @viajayabaya, Minggu (12/7/2020).

Iti tidak memungkiri bahwa kawasan adat suku Baduy merupakan prioritas Pemkab Lebak dalam bidang wisata, namun tidak sampai mengeksploitasi habis-habisan kawasan tersebut. Dirinya berserta jajaran Pemkab Lebak tetap melibatkan masyarakat Baduy dalam penanganan kawasan adat untuk wisata.

Ivi juga berharap suku baduy dapat menjadi contoh bagi masyarakat dunia bagaimana seharusnya manusia memperlakukan alam.

“Alam Wewengkon Masyarakat Adat Baduy dalam hal ini harus benar-benar dijaga dan dilestarikan. Masyarakat Adat Baduy merupakan role model living yang tidak lagi banyak tersisa di dunia dan m enjadi contoh bagi masyarakat dunia dalam hubungan antar masyarakat, termasuk harmoni hubungan manusia dalam memperlakukan alam sebagai bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan,” ujar Iti.

Lebih lanjut dirinya berjanji melindungi kawasan dan masyarakat Baduy dari pihak yang tak bertanggung jawab yang ingin menjadikan suku Baduy sebagai komoditas sesaat.

Sebelumnya ramai diberitakan suku Baduy lewat perwakilannya mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, meminta kawasan adat Suku Baduy dicoret dari destinasi wisata karena merasa risih dengan ulah wisatawan, terlebih ancaman kerusakan ekosistem kawasan suku Baduy akibat sampah yang dibawa dari luar kawasan suku Baduy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini