Home Kesehatan Pandemi Mematikan Selain Corona yang Perlu Kamu Tahu!

Pandemi Mematikan Selain Corona yang Perlu Kamu Tahu!

Sobat Tapak pasti mengikuti perkembangan berita terkini. Termasuk penyebaran pandemi COVID-19 atau Corona. Dinamakan pandemi karena penyakit ini memiliki penyebaran yang sangat luas, bahkan hampir seluruh bagian dunia sedang mengalaminya. Semakin hari pasti sobat Tapak semakin khawatir karena pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19 semakin meningkat. Memiliki bahasa kedokteran Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau dikenal dengan virus Corona adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan, kerusakan pada organ paru-paru, hingga menyebabkan kematian. Meski tingkat kesembuhan penyakit Corona ini termasuk tinggi, bukan berarti sobat Tapak bisa menyepelekannya.

Tahu gak sih? Ternyata banyak jenis penyakit yang juga menjadi pandemi sebelum virus COVID-19 ini merebak lho sobat Tapak. Berikut diantaranya,

foto : Potret Neville Keasberry dari malang via Potretlawas

Wabah Pes

Sejarah mencatat, Indonesia mengalami wabah pes pada tahun 1911. Penyebab dari penyakit pes adalah akibat penyebaran bakteri Yersinia pestis. Pandemi ini terbilang sangat ganas, karena menyerang organ vital manusia. Penyakit ini dibedakan menjadi 3 jenis pes yaitu pes di sistem limfatik, pes di aliran darah, dan pes pada paru-paru. Pada umumnya semua penderita jenis pes tersebut memiliki gelaja utama yaitu demam, nyeri otot, dan diare. Terhitung direntang waktu 1911 sampai 1926 wabah pes ini menelan korban sampai 120.000 jiwa.

Vaksinasi kolera pertama oleh dokter J.J van Lonkhuijzen pada 1911. Foto: tropenmuseum

Kolera

Penyakit Kolera atau dalam bahasa kedokterannya Asiatic cholera adalah salah satu pandemi yang sempat menggemparkan dunia kesehatan. Penyakit ini disebabkan oleh paparan bakteri Vibrio cholerae yang apabila seseorang terinfeksi akan menyebabkan diare berat sampai mengakibatkan dehidrasi. Bahkan jika sudah pada tahap terparah, bisa menyebabkan kejang sampai kematian. Dari beberapa sumber menyatakan bahwa Indonesia mengalami wabah ini sampai dua kali lho, sobat Tapak. Pertama terjadi pada tahun 1926 dimana ini terjadi saat Indonesia masih di bawah jajahan kolonial Belanda serta yang kedua terjadi pada tahun 1961. Total kasus kematian seluruh dunia akibat Kolera mencapai ratusan ribu jiwa.

Rumah sakit darurat selama pandemi flu Spanyol di Camp Funston, Kansas, tahun 1918. (Wikipedia/National Museum of Health and Medicine)

Flu Spanyol

Terjadi sekitar tahun 1918 pandemi Flu Spanyol ini tersebar di negara Amerika Serikat, Prancis, dan Afrika bagian Barat. Flu Spanyol disebabkan oleh Virus Influenza H1N1 dan banyak menyerang usia produktif ( remaja sampai dewasa ). Banyak ahli yang mengatakan bahwa flu Spanyol mirip dengan COVID-19 atau Corona. Ini terdapat dari kesamaan gejala yaitu radang paru-paru. Sanitasi yang buruk dan sifat acuh pemerintah pada saat itu menjadikan Indonesia menjadi peringkat ketiga terbesar pada angka kematian kasus Flu Spanyol ini. Tercatat di data Mortality From The Influenza Pandemic dalam rentang waktu 1918 sampai 1919 jumlah pasien Indonesia yang meninggal mencapai 4,37 juta jiwa. Angka yang sangat fantastis ya sobat Tapak.

Lining up this weekend to get tickets for free masks and sanitizer outside a Beijing pharmacy. Credit…Kevin Frayer/Getty Images

SARS

Penyakit SARS bisa dibilang penyakit turunan serupa dari Corona seperti saat ini. Ini memang dibuktikan para peneliti bahwa virus penyebab penyakit SARS sama dengan Corona. Sama-sama bernama Coronavirus namun jenis sub nya saja yang berbeda, jika saat ini virus yang sedang merebak adalah COVID-19, sementara pada SARS sub virusnya bernama Sars-CoV. Gejalanya pun memiliki kesamaan yaitu demam, batuk, nyeri otot, mual sampai muntah-muntah.Pada kondisi pasien yang memiliki riwayat penyakit serius akibatnya akan lebih buruk dan bisa menyebabkan kematian. Sejak ditemukan tahun 2002 di Guangdong, China, penyakit ini menjangkit sampai 8.098 manusia di seluruh dunia.

Dari keseluruhan pandemi penyakit yang kami sebutkan memiliki kesamaan penyebabnya ternyata sobat Tapak, yaitu akibat rendahnya kesadaran masyarakat akan sanitasi dan paparan bakteri. Untuk itu, sobat Tapak wajib meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan diri juga lingkungan sobat agar tetap bersih dan steril. Terlebih saat ini virus COVID-19 atau Corona belum berakhir, usaha sobat Tapak harus lebih ekstra nih. Saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga kebersihan dan mengurangi kontak fisik atau physical distancing adalah bukti sobat Tapak sudah andil dalam menekan korban jiwa akibat virus COVID-19 ini. Jangan lupa tingkatkan sistem imun dengan menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. – LMF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini