Home Lifestyle Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang di New Normal

Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang di New Normal

Setelah sempat dilarang selama hampir tiga bulan, driver ojek online diizinkan kembali membawa penumpang. Misalnya, pemerintah Kota Bekasi yang mulai memperbolehkan ojek online membawa penumpang mulai Kamis (9/7/2020).

Aplikator akan membuka aplikasi terkait penumpang setelah mendapat izin dari pemerintah setempat. Hal ini dibenarkan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Ojek online sudah memenuhi syarat, besok (hari ini) di-launching,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Rabu, (8/7/2020) seperti dikutip dari Tempo.co.

Diperbolehkannya ojek online di Kota Bekasi setelah Rahmat Effendi menyatakan wilayahnya sudah aman dari Covid-19 dan masuk zona hijau. Ia juga menjamin jika ada kasus baru, infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit sudah siap serta memadai. Rahmat lantas meminta aplikator menyiapkan protokol kesehatan untuk driver dan penumpang.

Tak hanya Bekasi, Pemerintah Kota Bogor juga telah mengizinkan ojek online mengangkut penumpang namun dengan syarat dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dalam keterangan resminya, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto memperbolehkan driver ojek online untuk membawa penumpang pada Senin, (6/7/2020).

“Di bidang transportasi, ojol dan opang diizinkan untuk mengangkut penumpang mulai Senin, 6 Juli 2020 pada jam 4 pagi sampai jam 12 malam dengan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer selalu disiapkan, kendaraan disemprot disinfektan setiap habis beroperasi, penumpang wajib memakai hairnet,” terang Bima seperti dikutip dari situs resmi pemerintah Kota Bogor di kotabogor.id

“Penumpang juga diimbau untuk membawa helm sendiri. Kendaraan dipasang penyekat. Saya kira teman-teman pengemudi ojol sudah punya mekanismenya. Penyekat ini tidak harus dipasang di motor tetapi bisa melekat seperti diransel oleh pengemudi ojol. Kemudian Pemkot mewajibkan operator untuk menyediakan cek poin kesehatan. Sehingga bisa di tes kesehatan bagi para pengemudi,” tambahnya.

Ojek online sendiri mulai muncul di Indonesia sejak tahun 2011 dengan kemunculan Gojek. Namun saat awal merintis tersebut, untuk dapat menyewa jasa ojek online dari Gojek, calon penumpang harus menghubungi aplikator lewat layanan telepon dan kemudian driver akan menjemput calon penumpang sesuai dengna lokasi yang disepakati.

Menilik ke belakang, sejarah ojek di Indonesia sendiri diperkirakan bermula pada tahun 1969-1970. Kemunculan profesi tukang ojek pertama kali di Jawa Tengah dan Jakarta.

Dikutip dari laman boombastis.com, ojek ada di desa-desa kecil Jawa Tengah. Banyak orang terutama laki-laki menawarkan jasa mengantar orang. Ini tidak terlepas kondis jalan utama yang rusak dan sulit dilalui oleh mobil. Hal ini disambut baik oleh banyak orang. Pasalnya memakai jasa ojek ini jauh lebih murah ketimbang menyewa sopir atau mengisi bahan bakar untuk mobil.


Di Jakarta para tukang ojek juga meraup keuntungan yang besar. Saat itu tukang ojek di ibukota biasanya mengantar orang dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok. Sebelum beralih ke sepeda motor, para tukang ojek di Jakarta menggunakan sepeda ontel berukuran besar. Selain harga yang terjangkau, sepeda berukuran besar dinilai mampu membawa penumpang dan barang di setiap kondisi cuaca dan jalanan. Selain itu, sepeda tersebut tidak mudah rusak saat terjatuh.

Di Jawa Tengah, ojek mulai menggunakan sepeda motor buatan Jepang yang punya mesin 90cc. Seiring banyaknya yang memilih profesi tukang ojek karena keuntungan yang besar dan harga sepeda motor yang terjangkau, tukang ojek mulai mendirikan pangkalan di pinggir jalan atau di depan gang pemukiman warga hingga akhirnya dikenal dengan istilah tukang ojek pengkolan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini