Home Agama Niat dan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Menurut Islam

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Menurut Islam

Salah satu cara bersuci dari hadas besar adalah dengan mandi wajib atau mandi junub. Mandi wajib bukan sekedar mandi biasa. Ada syarat dan ketentuan bagi seorang muslim saat mandi wajib.

Dikutip dari NU Online, ada empat hal lagi yang mengharuskan seseorang mandi wajib yaitu ketika haid (datang bulan), Nifas (mengeluarkan darah setelah melahirkan), melahirkan dan juga mati (bukan mati sahid).

Adapun tata cara mandi harus sesuai dengan fardhunya yang tiga hal.

Pertama Niat. Kedua menghilangkan najis bila terdapat pada tubuhnya. ketiga meratakan air ke seluruh rambut dan kulit.

Niat Mandi Wajib

Dari Buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin M.Pd.i, seorang muslim harus mengetahui niat dan tata cara mandi wajib atau junub. Berikut niat mandi wajib.

  1. Niat mndi wajib usai bersyahwat
    “Nawaitul ghusla lifraf’il hadatsil akbar minal janabat fardhol illahi ta’aala.” Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardhu karena Allah ta’aala.”
  2. Niat mandi wajib usai nifas
    “Nawaitul ghusla lifraf’il hadatsil akbar minan nifasi fardhol illahi ta’aala.”Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardhu karena Allah ta’aala.”
  3. Niat mandi wajib usai haid
    “Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala.”Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Mandi Wajib

Adapun dalam melaksanakan mandi wajib ada beberapa yang harus diperhatikan sebagai keutamaan mandi wajib:

Pertama, niat mandi wajib mesti dilakukan berbarengan dengan saat pertama kali menyiramkan air ke anggota badan. Bila pada saat pertama kali menyiramkan air ke salah satu anggota badan tidak dibarengi dengan niat, maka anggota badan tersebut harus disiram lagi. Hal itu disebabkan siraman pertama tidak dianggap masuk pada aktifitas mandi wajib.

Kedua, meratakan air ke bagian luar seluruh anggota tubuh. Bila ada sedikit saja yang tidak terkena atau belum tersentuh air, maka mandi dianggap tidak sah dan orang tersebut masih berhadas besar.

Ada hal lain yang harus diperhatikan dalam mandi wajib selain yang telah disebutkan di atas, yaitu tidak memutus aliran air pada badan saat meratakannya, dan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan. Agar semakin bersih, disarankan menggunakan sabun dan shampo.

Sebagai ibadah, tentunya dalam melakukan mandi besar ada kefardluan atau rukun tertentu yang mesti dipenuhi.

Tidak terpenuhinya rukun tersebut secara sempurna menjadikan mandi besar yang dilakukan tidak sah dan orangnya masih dianggap berhadas sehingga dilarang melakukan aktifitas ibadah seperti shalat, menyentuh dan membaca Al-Quran, thawaf dan lain sebagainya. Jika ibadah tadi dilakukan tapi mandi wajib tidak sah, maka ibadah pun menjadi tak sah juga.

Sumber: islam.nu.or.id, detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Misteri Petilasan Prabu Siliwangi di Gunung Puntang

Bagi warga Jawa Barat khususnya wilayah Bandung Raya, tentu tidak asing dengan nama Gunung Puntang. Gunung Puntang dikenal sebagai objek wisata sekaligus...

Komentar terkini