Home Jejak Muncul di Masa Kolonial, Ini Arti Kata Babu

Muncul di Masa Kolonial, Ini Arti Kata Babu

Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing dengan kata babu. Kata yang di telinga agak sedikit kasar untuk menggambarkan seseorang yang bekerja sebagai pembantu di sebuah rumah yang biasanya dipekerjakan oleh sang pemilik rumah.

Menilik ke belakang kata babu muncul saat sebelum perang kemerdekaan. Kata seperti babu dan jongos merupkan peninggalan masa kolonial. Dimana di era itu pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan kasar lainnya yang bersifat bantu-bantu menjadi pekerjaan milik pribumi di mata orang Belanda.

DIkutip dari tirto.id, menurut Hairus Salim dalam esainya Dari Babu ke Pekerja Rumah Tangga, kata ‘jongos’ maupun ‘babu’ banyak digunakan sebelum perang kemerdekaan 1945. Dua kata ini merupakan peninggalan masa kolonial.

Hairus Salim menyebutnya ada kesan feodalistik dalam penggunaan kata ini. Wajar jika jongos dan babu, walau pun kata yang resmi dalam kamus, namun nada diskriminatifnya masih sangat terasa—bahkan sekalipun kata-kata ini dilepaskan dari konteksnya. Senada dengan kata ‘budak’ yang digunakan Pram.

Penggunaan istilah atau kata babu menginspirasi Sandra Beerends. Sutradara asal Belanda ini menggarap film dokumenter berjudul Ze noemen me Baboe atau dalam bahasa Inggris They Call Me Babu.

Film yang dirilis pada tahun 2019 ini menceritakan sosok Alima, perempuan Jawa memutuskan untuk melarikan diri dari sebuah pernikahan yang dipaksa. Ia lalu memilih bekerja sebagai pembantu. Alima ditugaskan untuk merawat bayi salah satu keluarga asal Belanda. Bayi tersebut bernama Jantje.

Saat masa pendudukan Jepang, para warga Belanda di Indonesia kembali ke kampung halaman mereka karena tidak ingin berakhir di kamp-kamp yang dibangun Jepang untuk warga Belanda.

Alima dan keluarga Belanda-nya ke Eropa. Di sana Alima tetap dipercayakan untuk mengurus Tjantje. Saat Indonesia merdeka, Alima memutuskan pulang ke tanah air.

Dalam suatu adegan di film They Call Me Babu, ada sebuah prolog di mana alima bingung dengan isitilah babu yang disematkan kepadanya.

“Mereka cari jaga anak untuk keluarga Belanda. Ada tiga anak laki-laki dan satu perempuan. Aku dipanggil babu. Aku tidak kenal kata itu. Ba dari kata mbak dan Bu dari kata ibu. Ba-bu.”

Meski jarang, Usai kemerdekaan kata babu masih kerap dipakai. Hal itu terlihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Di KBBI 1952, babu didefinisikan sebagai hamba perempuan, yang mengurus kamar, menyusui anak, mencuci.

Baru di edisi teranyar istilah babu diperhalus dengan arti kata babu sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perempuan yang bekerja sebagai pembantu (pelayan) di rumah tangga orang; pembantu rumah tangga;

Di era masyarkat Indonesia modern ini, kata babu sudah jarang bahkan hampir tidak pernah lagi digunakan. Pemilik rumah yang mempekerjakan seseorang untuk merapikan perabotan rumah, memangkas rumput di halaman, atau menjaga anak-anak, kini biasanya lebih suka menggunakan istilah asisten rumah tangga agar terdengar lebih manusiawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Kerupuk Melarat, Camilan Renyah Digoreng Pakai Pasir

Santap siang selain pakai nasi panas dan sambal pedas, ada satu lagi yang tak boleh dilupakan, yaitu kerupuk. Kerupuk bagi banyak orang...

Smartphone Android Bakal Bisa Deteksi Gempa Bumi

Informasi yang simpang siur serta deteksi dini yang masih minim saat terjadi gempa bumi mendorong ahli untuk merancang deteksi gempa yang terhubung...

Kabar DKI Jakarta Zona Hitam Covid-19 Dipastikan Hoaks

Beredar foto peta sebaran kasus Covid-19 di DKI Jakarta lewat jejaring sosial Twitter, Rabu (12/8/2020). Dalam foto itu tertulis keterangan yang menyebut...

Bung Hatta Yakin Koperasi Penggerak Ekonomi Rakyat

Selain dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta atau akrab dipanggil Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Komentar terkini