Home Cerita Misteri Misteri Wisata Religi Pulau Cangkir

Misteri Wisata Religi Pulau Cangkir

Pulau Cangkir mungkin terdengar asing untuk masyarakat diluar wilayah Tangerang, cangkir identik dengan tempat untuk membuat minuman seperti teh, kopi dan sebagainya. Di wilayah Kronjo Kabupaten Tangerang terdapat sebuah pulau yang bentuknya mirip dengan Cangkir.

Di ceritakan oleh Ki Suron, beliau cucu dari Ki Waslim Bin Suryadi (alm.) bahwa dahulu sekitar tahun 1970 Pulau Cangkir masih hutan belantara kemudian datang lah Ki Waslim dari Bongas Indramayu untuk berziarah ke Makom Pangeran Jaga Lautan, Pangeran Jaga Lautan adalah anak pertama Sultan Hasanuddin atau cucu dari Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati Cirebon )

Sesampainya di Pulau Cangkir Ki Waslim kebingungan mencari jalan masuk ke pulau, karena dahulu pulau cangkir belum menyatu dengan daratan seperti sekarang ini dan harus menyebrangi laut kurang lebih 100 meter.

Selanjutnya Ki Waslim menyepi seorang diri di Makom Pangeran Jaga Lautan selama 42 hari dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar di beri petunjuk, suatu Ketika beliau kedatangan seorang syekh berpakaian Haji dan mengenakan surban dan berpesan untuk “menjaga Pulau Cangkir”.

Setelah kejadian itu Ki Waslim semakin yakin untuk mejaga dan merawat Pulau Cangkir Bersama ibu Hajah Musabah warga asli Kronjo yang menjadi pendamping hidup Ki Waslim. Lambat laun inromasi mengenai Pulau Cangkir semakin tersebar luas dan semakin banyak orang yang mengunjungi Pulau Cangkir.

Pulau Cangkir saat ini ramai dikunjungi peziarah yang ingin mengunjungi petilasan Pangeran Jaga Lautan untuk tujuan mengingat sejarah.

Selain wisata religi lokasi Pulau Cangkir juga memiliki wisata pantai, jika kita bekunjung kesana terdapat juga kuliner dan pernak Pernik untuk oleh-oleh yang tentu bisa menjadi penambah perekonomian bagi warga sekitar.

Untuk akses sendiri saat ini sudah cukup bagus dan bisa dilalui kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat. (bangley)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini