Home Cerita Misteri Misteri Danau Ranu Kumbolo, Serem Banget..

Misteri Danau Ranu Kumbolo, Serem Banget..

Danau Ranu Kumbolo dikenal menjadi spot terbaik untuk melihat sunset dan sunrise sebagai jalur pendakian ke puncak Mahameru yang memiliki spot keindahan sangat eksotis sehingga menjadi tempat pesinggahan favorit para pendaki. Di sekitar danau tersebut, biasanya didirikan tenda untuk menginap sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Dari legenda kepercayaan masyarakat Jawa dituliskan dalam kitab kuno Tantu Pagelarang abad ke-15 yang menceritakan dulunya Pulau Jawa terombang-ambing di lautan. Dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Meru dari India ke Jawa. Awalnya gunung tersebut ada di ujung barat tanah Jawa, tetapi karena posisinya berat sebelah maka Gunung Semeru di bagi menjadi dua yaitu sisi timur dan barat Jawa yang kini memiliki pesona alam sangat memukau.

Di sekitar danau kalian dapat menikmati keindahan alam dari ketinggian 2.400 dan pemandangan langit di malam hari yang cerah.

Tidak hanya memiliki keindahan yang menjadi spot tujuan para wisatawan, ternyata danau kumbolo juga mempunyai beberapa mitos yang harus kamu ketahui agar tidak mengalami hal negatif yang dipercaya sejak zaman dahulu.

Air Danau Ranu Kumbolo Sangat Sakral

Salah satu mitos dari Danau Ranu Kumbolo yaitu memiliki nilai yang sangat sakral, sejak zaman dahulu danau tersebut dikenal sebagai sumber air suci yang selalu digunakan dalam acara ritual kepercayaan masyarakat sekitar.

Air danaunya yang memiliki nilai sakral tidak boleh sembarangan digunakan oleh para pendaki. Apabila pendaki melakukan hal negatif, pastinya akan mendatang hal buruk yang tidak diinginkan. Beberapa larangan yang tidak boleh diperlakukan oleh pendaki saat berada di Danau Ranu Kumbolo yaitu mandi, berenang, buang air, dan mencuci.

Dengan tidak melakukan beberapa hal yang dilarang tersebut maka secara otomatis keindahan Danau Ranu Kumbolo akan tetap terjaga. Para pendaki diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas di sekitar danau dengan jarak sekitar 10 meter dari tepi danau. Disekitarnya juga terdapat toilet umum yang bisa digunakan untuk mandi dan buang air.

Mitos Kisah Tanjakan Cinta

Berikutnya, kalian juga harus mengetahui adanya mitos di tanjakan cinta Danau Ranu Kumbolo sebagai jalur perbukitan untuk sampai di puncak gunung. Mitosnya, saat kita menaiki tanjakan tersebut sambil memikirkan kekasih kita tanpa menoleh ke belakang maka akan membantu kita mempunyai kisah cinta yang bahagia.

Apabila kita melewati tanjakan cinta sambil menoleh ke belakang maka akan membuat akhir cerita cinta kita menjadi pilu.

Tidak Boleh Memancing Ikan Mas Sebagai Penjaga Ranu Kumbolo

Ketahuilah bahwa di Danau Ranu Kombolo terdapat ikan mas yang sangat banyak, tetapi terdapat larangan untuk kita memancingnya karena ikan mas tersebut dikenal sebagai penjaga danau tersebut yang merupakan jelmaan dari Dewi yang menjaga keindahan danaunya.

Jika memancing di danau tersebut pastinya kita akan mendapatkan kesialan ataupun celaka, biasanya para pendaki sudah mengetahui aturan saat berada di danau tersebut sehingga mereka tidak akan memancing di danau tersebut.

Puncak Abadi Para Dewa

Sebagian besar para pendaki berhenti di Ranu Kumbolo untuk melanjutkan perjalanannya ke puncak Mahameru sebagai titik tertinggi di Jawa. Puncak ini dikenal sebagai puncak abadi para dewa yang menghubungkan antara kehidupan manusia dan kayangan.

Bahkan, sampai saat ini masyarakat Jawa meyakini puncak Mahameru dikenal sebagai tempat kediaman para dewa sehingga saat mengunjungi tempat ini kalian akan menjumpai beberapa sesajen di berbagai titik sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Dewa.

Misteri Danau Ranu Kumbolo bisa kita jadikan sebuah pelajaran untuk semakin menjaga alam agar tidak tecemar dan rusak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini