Home Jejak Misteri Blok Karet Tjipetir asal Sukabumi yang Terdampar di Pantai Eropa

Misteri Blok Karet Tjipetir asal Sukabumi yang Terdampar di Pantai Eropa

Beberapa tahun lalu, tepat pada 2012, seorang perempuan di Inggris bernama Tracey Williams menemukan sebuah balok karet bertuliskan ‘Tjipetir’. Setelah penemuan pertama itu, blok-balok karet dengan ‘merk’ yang sama ditemukan lagi berceceran di pantai-pantai Eropa.

Yuk, cari tahu sebenarnya balok karet Tjipetir itu apa sih?

Balok Tjipetir merupakan produk pabrik Cipetir di Sukabumi

Sebuah pabrik bernama Cipetir berdiri di area perkebunan milik PTPN VIII Sukamaju, Sukabumi. Pabrik ini mulai dibangun pada tahun 1914, selesai pada 1921 karena beberapa hal yang menjadi kendala pembangunan. Hingga saat ini, pabrik Cipetir masih beroperasi.

Jika dulu pasarnya sangat luas, hingga ke beberapa negara di Asia dan Eropa, saat ini mereka membuat produksi karet hanya berdasarkan jumlah yang dipesan oleh pembeli.

Produk karet yang diproduksi oleh pabrik ini berasal dari getah gutta-percha. Getah yang diambil diperoleh dengan cara ekstrasi daun dan penyadapan pohon ini merupakan komoditas yang sangat dicari pada masa Perang Dunia II.

Hal ini dikarenakan getah tanaman yang memiliki nama Latin Palaquium gutta ini merupakan bahan yang sangat bagus untuk pembuatan kabel insulasi bawah laut, gips untuk pembalut tulang, gigi palsu, dan berbagai perlengkapan rumah tangga.

Melihat tingginya permintaan pasar dunia terhadap getah gutta-percha, pada 1885 pemerintah Hindia Belanda melakukan penelitian gutta-percha di sebuah perkebunan yang ada di Desa Cipetir, Sukabumi.

Setelah melakukan seleksi terhadap bibit terbaik pohon gutta-percha, pada 1901 pemerintah Hindia Belanda mendirikan perkebunan khusus gutta-percha di Sukabumi. Area perkebunan ini berangsur-angsur diperluas hingga akhirnya pabrik pengolahan gutta-percha Cipetir didirikan.

Diangkut oleh kapal Titanic dan kapal Miyazaki Maru

Setelah Tracey Williams menemukan blok Tjipetir di pantai, ia melakukan riset dan menemukan di sebuah surat kabar prancis tentang salah satu komoditas yang dibawa oleh kapal Titanic, yaitu blok-blok karet gutta-percha.

Pada 2013, beberapa waktu setelah cerita mengenai blok Tjipetir yang dibawa oleh Titanic menyebar, Tracey Williams dihubungi oleh dua orang pada waktu yang terpisah untuk membicarakan tentang blok Tjipetir.

Kedua orang yang tidak mau disebut identitasnya tersebut mengatakan bahwa blok Tjipetir dari Sukabumi kemungkinan diangkut oleh kapal asal Jepang bernama Miyazaki Maru.

Pada 1917, saat Miyazaki Maru mengangkut blok-blok karet Tjipetir, kapal tersebut ditenggelamkan oleh kapal selam milik Jerman, yakni kapal U-88. Penenggelaman tersebut mengakitbatkan Miyazaki Maru karam hingga 241 km. Awaknya terdampar di antara laut Prancis dan Inggris.

Hingga saat ini, penemuan blok-blok karet Tjipetik di pantai Eropa masih menjadi misteri. Meskipun dikabarkan bahwa Titanic dan Miyazaki Maru adalah 2 kapal yang mengangkutnya hingga ke laut Eropa, namun tidak ada bukti pasti mengenai hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini