Home Cerita Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali

Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali

Bukan hanya hutan, gunung, laut, jembatan, ternyata jalan tol di Indonesia juga ada yang menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Sebuah jalan tol dengan panjang ruas jalan mencapai 116 km di Jawa Barat hingga saat ini masih menarik perhatian publik karena sebuah misteri yang ditemukan di sana. Jalan tol ini disebut jalan tol Cikopo-Palimanan atau lebih dikenal dengan sebutan jalan tol Cipali. 

Pembangunan tol Cipali dilakukan pada 2011 dan mulai digunakan sejak tahun 2015 hingga saat ini. Dari 2015-2019, jalan tol Cipali menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia. Sekarang jalan tol ini menjadi tol dengan ruas jalan terpanjang ketiga di Indonesia. 

Sekilas tidak ada yang aneh di sini. tol Cipali tampak seperti jalan tol lain pada umumnya. Namun jika diperhatikan, pada ruas jalan ini, tepatnya di kilometer 181, terdapat sebuah batu besar terletak di sana. 

Agak mengerikan memang karena batu besar ini berada di atas tebing di pinggir jalan. Dulunya tempat itu adalah sebuah bukit yang disebut Bukit Salam. Namun bukit tersebut dipotong untuk pembangunan tol.

Orang-orang yang kelihat batu ini pertama kali kemungkinan langsung panik dan memikirkan hal-hal negatif, bagaimana jika batu tersebut terguling ke jalan saat ada kendaraan melintas. 

Jangan khawatir, batu besar tersebut tampaknya menempel kokoh di tanah tempatnya terletak saat ini. Namun begitu, batu besar ini juga menyimpan banyak misteri, lho!

Untuk tahu kisahnya, silakan baca artikel di bawah.

Mitos-mitos tentang batu besar di tol Cipali

Batu besar yang dikenal dengan Batu Bleneng ini cukup populer di kalangan masyarakat Jawa Barat. Jika kamu datang dari arah Jakarta-Palimanan, batu ini terletak di sebelah kanan. Namun jika arah datangmu dari Cirebon, batu ini ada di sebelah kiri.

Oleh warga sekitar, batu besar ini dipercaya memiliki kekuatan ghaib. Hal ini dikarenakan batu yang memiliki ukuran sebesar bus kota ini tidak bisa digeser atau dihancurkan sama sekali.

Sebelumnya saat pembangunan tol Cipali berlangsung, operator beko diminta untuk memecahkan Batu Bleneng. Hal tersebut dilakukan karena batu besar ini dianggap membahayakan para pengguna tol apabila tanah tempat batu tersebut mengalami longsor. Namun ketika sang operator beko tersebut berniat memecahkan Batu Bleneng, ia malah tewas di tempat. 

Karena Batu Bleneng tidak dapat digeser atau dihancurkan, maka ruas jalan tol di sekitar batu tersebut dibuat berbelok.

Mitos ini mungkin menjadi salah satu alasan beberapa industri film di Indonesia memiliki untuk syuting di dekat Batu Bleneng. Tentu saja agar feel angkernya lebih terasa. 

Mitos lain yang beredar adalah ceritanya tentang keberadaan mata air di bawah Batu Bleneng. Konon menurut kepercayaan masyarakat, jika batu ini bergeser, maka akan timbul air mancur yang tidak dapat dihentikan alirannya. 

Kecelakaan di tol Cipali dan alasan logisnya

Sejak pertama kali diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 2015, sudah terdapat 30 kecelakaan di 10 hari pertama. Kecelakaan tersebut membuat banyak korban luka-luka, bahkan ada yang tewas.

Berdasarkan penelusuran pihak berwajib, kecelakaan tersebut terjadi karena human error. Jalan tol yang lurus dan panjang cenderung membuat supir mengantuk sehingga kendaraan menjadi sulit dikendalikan.

Adanya laporan kecelakaan ini semakin memperkuat mitos di masyarakat bahwa Batu Bleneng di tol Cipali memiliki kekuatan mistis yang terkadang mempengaruhi perjalanan para pengguna tol. 

Selain itu, topografi jalan juga diduga menjadi penyebab banyaknya kecelakaan di tol Cipali, terutama di sekitar Batu Bleneng. Sisa pemotongan Bukit Salam dan ruas jalan yang dibuat berbelok menjadikan jalan tol Cipali di kilometer 181 tersebut menjadi berkelok dan menanjak. Hal ini tentu berbahaya jika supir tidak hati-hati.

Meskipun penelusuran pihak berwajib menyimpulkan bahwa kecelakaan di dekat Batu Bleneng kerap disebabkan karena human error dan topografi jalan, namun masyarakat sekitar masih percaya dengan kekuatan ghaib yang dimiliki batu besar tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Debus: Dari Atraksi Ekstrem dari Banten

Jika kamu ingin mempelajari dan mengeksplorasi berbagai kebudayaan yang ada di Banten, rasanya kurang lengkap jika belum menyaksikan...

Carok, Tradisi Duel Sengit dari Madura

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural. Negara ini terdiri dari beragam suku bangsa yang masing-masing memiliki kebudayaan yang khas...

Komentar terkini