Home Agama Mengulas Lebih Dalam Sejarah Perdaban Islam Di Tanah Papua

Mengulas Lebih Dalam Sejarah Perdaban Islam Di Tanah Papua

Papua adalah wilayah Indonesia bagian Timur yang punya banyak cerita. Keelokan alam khas tanah Cendrawasih, budaya yang masih amat kental terjaga, dan kisah masa lampau yang tidak banyak orang ketahui. Salah satu kisah yang ingin kami bagikan kali ini adalah sejarah peradaban Islam di wilayah yang memiliki penduduk sekitar 2,9 juta jiwa ini.

Seperti teman-teman ketahui, Islam di Papua masih menjadi agama minoritas. Tapi bukan berarti islam tidak pernah menorehkan sejarah di tanah yang dijuluki Mutiara Dari Timur ini. Ini dibuktikan dengan berdirinya masjid Patimburak yang sudah ada sejak tahun 1700 di wilayah FakFak atau persisnya di Papua bagian Barat.

Berdirinya masjid Patimburak merupakan jejak fisik yang nyata bahwa Islam pernah menorehkan sejarah di tanah Papua. Menurut manuskrip kuno yang ditemukan, bahwa Islam mulai masuk di Kabupaten Fakfak yaitu pada tahun 1606. Ini berarti ajaran agama Islam sudah diperkenalkan masyarakat Papua jauh sebelum datangnya dua tokoh misionaris terkenal asal Jerman yang bernama CW Ottow dan GJ Geissler tepatnya pada 5 Februari 1855.

Jika kita mau tarik lebih jauh lagi, ternyata kerajaan Islam pernah berdiri di Papua pada abad ke-12, diantaranya kerajaan Sekar, Petuanan Arguni, Wertuar, Petuanan Pattipi, dan Kerajaan Petuanan Rumbati yang menjadikan Islam menjadi agama mayoritas di wilayah kerajaan tersebut pada masanya.

Ajaran Islam yang lebih dahulu masuk ke tanah Papua tidak serta merta menjadikan Islam banyak dianut oleh masyarakat Papua. Ini disebabkan karena kepercayaan animisme yang sudah dianut turun-temurun oleh rakyat Papua saat itu dianggap tidak sejalan dengan ajaran agama islam.

Mengutip sebuah buku yang berjudul Islam atau Kristen Agama Orang Irian karya Ali Athwa dituliskan “Sejak kedatangan Belanda, sejumlah tokoh Islam Papua ditekan dan dipenjarakan. Mereka diantaranya Alwi Racham dan Raja M Rumangseng AlAlam Umar Sekar”.

Ali menambahkan bahwa “Tokoh Muslim dari Kerajaan Islam Salawati, Muhammad Aminuddin Arfan, juga bernasib sama. Dia dibuang dan diasingkan ke Maros karena menentang penjajahan Belanda. Sejak itu, Kristen berjaya di Papua dan diklaim sebagai agama asli Papua”. Ini mengapa regenerasi ajaran Islam di Papua sangat lambat.

Kebangkitan Islam di tanah Papua dimulai kembali saat Papua secara resmi terintegrasi dengan Indonesia pada 10 September 1969. Moment ini dijadikan kesempatan organisasi Islam besar di Indonesia masuk ke Papua. Organisasi tersebut diantaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama. Hingga kini tercatat kurang lebih 900 ribu masyarakat Papua yang sudah memeluk agama Islam. Jumlah ini tersebar di 29 Kabupaten dan kota seluruh Provinsi Papua, termasuk kampung Walesi yang menjadi Kampung Muslim yang berpenduduk orang Papua Asli.

Meskipun masih menjadi agama minoritas, tolerasi umat kristen terhadap pemeluk agama Islam berjalan harmonis sampai saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini