Beranda Tokoh Mengenal Sosok Ratu Kalinyamat Dari Jepara Yang Dikenal Pemberani

Mengenal Sosok Ratu Kalinyamat Dari Jepara Yang Dikenal Pemberani

0
Lukisan Ratu Kalinyamat Karya Jatmiko pelukis dari Jepara

21 April memang selalu diperingati sebagai hari Kartini di Indonesia. Hal ini merupakan suatu bentuk penghormatan yang bertujuan untuk mengenang pahlawan nasional asal Jepara yaitu R.A. Kartini atas jasanya yang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita.

Bicara mengenai hari kartini, tahukah kalian kalau ternyata jauh sebelum kelahiran R.A. Kartini, Jepara pernah memiliki seorang perempuan tangguh yang telah berkiprah dalam berjuang di ranah politik, ekonomi, pemerintahan dan militer, yaitu Ratu Kalinyamat.

Seorang tokoh wanita yang tak hanya dikenal akan paras cantiknya, tetapi juga kepribadiannya yang dinilai “gagah berani”, hingga membuat Beliau juga dikenal sebagai seorang wanita yang memiliki peranan penting di Indonesia tepatnya pada abad ke-16.

Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Pangeran Trenggana dan sekaligus cucu dari Raden Patah, yaitu sultan Demak yang pertama. Bernama asli Retna Kencana, sejak masih gadis Ratu Kalinyamat telah memperoleh kepercayaan untuk memangku jabatan sebagai Bupati Jepara.

Ratu Kalinyamat kemudian menikah dengan Sultan Hadirin, yang merupakan putera Sultan Ibrahim dari Aceh yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kalinyamat. Namun, akibat konflik dibidang politik dan perebutan kekuasaan yang terjadi di Demak, hal tersebut membuat sang suami dibunuh oleh utusan Arya Penangsang yang memberontak terhadap Kerajaan Demak.

Setelah kepergian sang suami, demi menghadapi Arya Penangsang, Ratu Kalinyamat pun memutuskan untuk bertapa di Gelang Mantingan, yang kemudian pindah ke Desa Danarasa, lalu berakhir di tempat Donorojo, Tulakan, Keling Jepara. Beliau akhirnya dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar Ratu Kalinyamat setelah  kematian Arya Penangsang pada tahun 1549. Ratu Kalinyamat dinobatkan menduduki puncak tahta pada 10 April 1549 yang bertepatan dengan candra sengkala Trus (Karya Titaning Bumi). Selama menjabat pada 1549 hingga 1579, Ratu Kalinyamat berhasil membawa Jepara ke puncak kejayaannya di abad ke 16.

Ratu Kalinyamat juga berhasil membuat Jepara memainkan peranan pentingnya yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, hingga hubungan internasional pada level regional, maupun internasional

Seperti pada bidang ekonomi, karena memiliki letak wilayah yang strategis sebagai jalur perdagangan, Ratu Kalinyamat pun tergerak untuk menggali potensi kekayaan alam yang ada di Jepara seperti misalnya rempah-rempah, beras, gula, madu, kayu, kelapa, kapok, dan palawija untuk dijual ke berbagai wilayah nusantara dan Asia Tenggara.

Demi melindungi Jepara serta aktivitas perdagangan berskala global yang dimilikinya itu, Ratu Kalinyamat pun membangun sistem pertahanan dengan membangun armada kelautan yang kuat untuk mengamankan Bandar Jepara dari kemungkinan adanya serangan bangsa Portugis. Seorang sejarahwan asal Belanda, HJ de Graaf dalam bukunya yang berjudul Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa juga menyebutkan bahwa di era pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara sangatlah superior khususnya dalam aspek militer.

Beberapa kerajaan baik di Nusantara maupun di Asia Tenggara, seperti Kesultanan Johor dan Aceh Darussalam, Kerajaan Hitu juga turut meminta bantuan militer kepada Ratu Kalinyamat untuk melawan penjajahan Portugis.

Hal seperti ini tentu sangat menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sejak kala itu sudah memiliki wawasan dan pengetahuan yang cemerlang tentang sistem pertahanan dunia di konteks kemaritiman.

Karena keberanian atas perjuanganya yang berhasil membuat Jepara berada di masa kejayaannya kala itu, Ratu Kalinyamat pun mendapat sebuah julukan dari seorang penulis asal Portugis bernama Diego de Couto, sebagai Rainha de Japara, senhora paderosa e rica yang artinya Ratu Jepara, seorang wanita kaya dan sangat berkuasa.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini