Home Berita Mengenal PRA Luqman Zulkaedin, Penerus Takhta Kasepuhan Cirebon

Mengenal PRA Luqman Zulkaedin, Penerus Takhta Kasepuhan Cirebon

Putra Mahkota Kesultanan Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin menggantikan ayahnya Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat sebagai Sultan Kasepuhan Cirebon.

Seperti diketahui Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat wafat Rabu (22/7/2020).

Sebelumnya terkait siapa pengganti Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, adik kandung Sultan Sepuh,Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat sudah memberikan keterangannya.

Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat yang juga menjabat sebagai Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan dalam adat dan tradisi keraton putera mahkota akan otomatis jatuh kepada putra pertama.

Namun jika putra pertama tidak bisa, maka posisinya akan digantikan oleh putra yang kedua dan seterusnya dalam garis laki-laki.

PRA Luqman Zulkaedin sebenarnya sudah jauh-jauh hari disiapkan untuk menggantikan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. Pada 2018 lalu, PRA Luqman telah dinobatkan sebagai Putra Mahkota Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

Hal itu tertuang dalam Anugerah Gusti Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat Keraton Kasepuhan nomor 026/AN/SSXIV/XII/2018, 30 Desember 2018.

PRA Luqman Zulkaedin lahir di Bandung, 20 Juni 1989. Ia meraih gelar sarjana hukum setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pasundan. PRA Luqman kemudian meraih gelar magister kenotariatan di Universitas Padjajaran.

Saat ini PRA Luqman berkarir sebagai pejabat pembuat akta tanah. Dirinya memiliki satu orang istri yang bernama Ratih Marlina dan seorang putra bernama Elang Raja Azka Natadiningrat.

Dalam pidato usai prosesi pemakaman sang ayah, PRA Luqman mengajak masyarakat dan pemerintah terus tetap melestarikan budaya, adat dan tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon. Prosesi kenaikan takhta PRA Luqman sendiri akan digelar 40 hari setelah Sultan Sepuh wafat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini