22.4 C
Indonesia
Thursday, December 2, 2021

TAPAK.id

spot_img

Mengenal Lenong, Pertunjukkan Opera Khas Betawi

Lenong merupakan salah satu kesenian khas Betawi berupa teater tradisional yang dalam setiap pertunjukannya selalu diiringi dengan musik Gambang Kromong. Instrumen pada gambang kromong yang digunakan terdiri dari gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, kecrekan, tehyan, kongahyang, dan sukong.

Teater tradisional khas Betawi ini berkembang sejak akhir abad 19 atau lebih tepatnya pada awal abad 20. Lenong juga merupakan adapatasi masyarakat Betawi atas kesenian serupa, yaitu Komedi Bangsawan dan Teater Stambul.

Dalam pertunjukkan lenong, Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia) dengan dialek khas Betawi selalu digunakan pada lakon ataupun skenarionya. Lakon atau skenario tersebut juga mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela.

Dikutip dari Buku Pertunjukkan Tradisional DKI Jakarta, karya Hendra S tahun 2020, berkembangnya lenong dari proses teaterisasi musik gambang kromong hingga menjadi sebuah tontonan, ternyata sudah dikenal sejak tahun 1920-an.

Setiap lakon yang dibawakan dalam pertunjukkan lenong juga berkembang dari lawakan-lawakan tanpa plot cerita, kemudian dirangkai hingga menjadi sebuah kesenian yang di pertunjukkan semalam suntuk dengan lakon yang panjang dan utuh.

Awalnya lenong hanyalah sebuah kesenian hiburan masyarakat yang dipertunjukkan dari kampung ke kampung. Bahkan dulunya lenong juga diadakan di lokasi terbuka seperti tanah lapang (tanpa panggung). Saat pertunjukkan biasanya akan ada salah seorang pemain lenong yang mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela.

Karena banyak yang menyukai kesenian khas Betawi ini, lama-kelamaan lenong menjadi sebuah hiburan yang dipertunjukkan dalam acara resepsi pernikahan. Bahkan di awal Kemerdekaan teater rakyat ini pun mulai menjadi tontonan panggung.

Sekitar tahun 1970-an, pertunjukkan lenong sedikit dimodifikasi dengan menggunakan unsur teater modern dalam plot maupun tata panggungnya. Pertunjukkan lenong juga tak lagi ditampilkan dalam durasi semalam suntuk, melainkan hanya menjadi dua hingga tiga jam saja.

Kepopuleran lenong pun semakin dikenal luas oleh masyarakat sejak pertunjukkan ini ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI tepat di tahun yang sama yaitu tahun 70-an. Beberapa seniman lenong yang juga ikut terkenal sejak saat itu diantaranya Bokir, Nasir, Siti, dan Anen.

Lenong juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu lenong denes dan lenong preman. Kedua jenis lenong ini tentu memiliki perbedaan disetiap penampilannya, mulai dari tata panggung, busana, hingga lakon atau skenario yang digunakan.

Dalam lenong denes atau yang dalam dialek Betawi artinya “Dinas” atau “Resmi”, umumnya para pemain lenong ini mengenakan busana formal dan cerita (kisah) yang dibawakan juga bertema kerajaan atau lingkungan kaum bangsawan seperti kisah-kisah 1001 malam.

Sedangkan, pada lenong preman para pemain mengenakan busana yang tidak ditentukan oleh sutradara alias busana sehari-hari karena cerita yang dibawakannya juga cerita tentang kehidupan sehari-hari seperti kisah rakyat yang ditindas oleh tuan tanah dengan pemungutan pajak hingga munculnya tokoh pendekar taat beribadah yang membela rakyat dan melawan si tuan tanah.

Begitu pula dengan bahasa yang digunakan, jika pada lenong denes menggunakan bahasa yang halus (bahasa Melayu Tinggi), maka pada lenong preman bahasa yang digunakan tentu bahasa percakapan sehari-hari.

Dalam perkembangannya, lenong preman justru lebih populer dan berkembang dikalangan masyarakat dibandingkan dengan lenong denes.

Sejak ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia atau TVRI pada tahun 70-an, lenong akhirnya semakin populer dan dikenal luas oleh masyarakat. Beberapa seniman lenong yang juga ikut terkenal sejak saat itu diantaranya Bokir, Nasir, Siti, dan Anen.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

20,753FansSuka
3,042PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles