Home Berita Matahari Lintasi Ka'bah Sore Ini, Saatnya Cek Arah Kiblat!

Matahari Lintasi Ka’bah Sore Ini, Saatnya Cek Arah Kiblat!

Umat Islam di seluruh dunia melaksanakan shalat dengan menghadap kiblat ke Ka’bah yang ada di Mekkah, Arab Saudi. Bagi kaum muslim di Indonesia dapat memanfaatkan fenomena alam posisi matahari di atas Ka’bah yang berlangsung dari 14-16 Juli 2020 untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat muslim di tanah air untuk mengecek arah kiblat berdasarkan posisi matahari yang melintas atau tepat berada di atas Ka’bah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah atau Urais Binsyar, Agus Salim menyebut fenomena alam ini akan terjadi sore hari. Yakni pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” terang Agus Salim di Jakarta, Selasa (14/7/2020) dalam keterangan resminya diterima Tapak.id.

Dirinya mengungkapkan fenomena alam ini sama persis dengan yang terjadi pada 2018 lalu.

Peristiwa matahari melintas tepat di atas Ka’bah ini dikenal dengan nama istiwa a’dham atau ashdul qiblah yang merupakan waktu matahari di atas ka’bah,di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjukkan arah kiblat.

“Peristiwa yang sama terjadi juga pada 27 dan 28 Mei 2020 yang lalu,” lanjut Agus Salim.

Agar pengecekan atau verifikasi arah kiblat tepat, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Pertama, benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdisi tegak lurus atau dapat juga menggunakan bandul.

Kedua, permukaan dasar benda yang menjadi patokan harus betul-betul datar dan tidak bergelombang. Hal ini bertujuan agar benda yang menjadi patokan tidak bergeser karena akan mengubah arah kiblat yang seharusnya.

Selanjutnya, jam pengukuran harus disesuaikan dengan tiga lembaga yang kompeten, yaitu Badan Meteorologi dan Geofisikan (BMKG), Radio Republik Indonesia (RRI), atau Telkom.

Senada dengan MUI, BMKG melalui akun Instagramnya juga meminta umat Islam mengecek arah kiblat seiring fenomena matahari di atas Ka’bah. Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun. Fenomena serupa terakhir terjadi pada pada tanggal 27-28 Mei 2020 pukul 16.18 WIB.

“Peristiwa tersebut hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan tengah bagian Barat,” tulis keterangan akun instagram BMKG, Senin (13/7/2020).

Untuk kalibrasi arah kiblat ini, masyarakat dapat menggunakan jam atom BMKG yang dapat dilihat melalui tautan jam.bmkg.go.id atau ntp.bmkg.go.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini