Home Lifestyle Traveler Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Saat masih sekolah di bangku SD atau SMP, cerita mengenai Gunung Tangkuban Perahu rasanya diulang terus-menerus, hingga kita mungkin sudah hafal detail ceritanya.

Namun, beberapa cerita memiliki versi yang berbeda. Di sekolah, kita juga hanya diberikan bekal mengenai cerita legenda terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, bukan keadaan gunungnya secara umum. Bahkan sudah sejak lama, lho, gunung stratovulcano ini dijadikan sebagai destinasi wisata.

Nah, jika kamu penasaran soal kisah detail serta keadaan Gunung Tangkuban Perahu saat ini, yuk, simak artikel di bawah!

Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Bercerita tentang Gunung Tangkuban Perahu, kisahnya pasti sering dikaitkan dengan kisah Sangkuriang, kisah yang sudah tidak asing di telinga.

Menurut cerita turun temurun yang tersebar di masyarakat Jawa Barat, dulunya ada seorang putri raja bernama Dayang Sumbi. Ia sangat cantik, sehingga banyak yang ingin memperistrinya. Namun, ia tidak mau menerima satu pun lamaran, bahkan ia memutuskan untuk menyendiri sebuah bukit dan ditemani oleh seekor anjing bernama Tumang.

Saat Dayang Sumbi tengah menenun kain, toraknya jatuh ke bawah balai-balai. Karena malas, ia membuat sayembara, siapapun yang bisa mengambil toraknya, jika laki-laki akan dijadikan suami, jika perempuan akan dijadikan saudari.

Ternyata yang menemukan toraknya adalah Tumang. Karena sudah bersumpah, maka Dayang Sumbi menikah dengan Tumang.

Pada bulan purnama, Tumang berubah ke wujud aslinya berupa seorang dewa, lalu kembali berubah menjadi seekor anjing setelah purnama berakhir.

Akhirnya mereka memiliki seorang anak bernama Sangkuriang.

Saat Dayang Sumbi ingin makan hati rusa, ia meminta Sangkuriang berburu ke hutan ditemani oleh Tumang. Karena waktu itu tidak ada buruan yang dapat, Sangkuriang membunuh Tumang dan menyerahkan hatinya kepada ibunya. Akhirnya Dayang Sumbi marah dan mengusir Sangkuriang.

Setelah Sangkuriang dewasa, ia kembali dipertemukan dengan Dayang Sumbi. Ia jatuh cinta karena tidak tahu bahwa Dayang Sumbi adalah ibunya.

Dayang Sumbi yang sudah mengetahui hal tersebut pun menolak, namun Sangkuriang tidak terima. Akhirnya Dayang Sumbi bersiasat dengan meminta Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga untuknya dalam waktu semalam.

Dengan bantuan makhluk ghaib Sangkuriang hampir menyelesaikan permintaan tersebut. Dayang Sumbi akhirnya membentangkan kain putih dan memukul-mukulkan alu ke lesung sehingga seolah fajar mulai menyingsing.

Karena takut, makhluk-makhluk ghaib tersebut pergi meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Sangkuriang pun marah dan menendang perahu yang telah dibuat hingga terbalik. Perahu tersebut berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu menjadi destinasi wisata

Lokasi Gunung Tangkuban Perahu berada di daerah Lembang, sekitar 20 km ke  utara dari Kota Bandung.

Hingga saat ini, Gunung Tangkuban Perahu masih berstatus sebagai gunung aktif dan terus diawasi oleh  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana. Sebagai destinasi wisata, kawasan ini dikelola oleh Perum Kehutanan Pemkab Bandung.

Sejak pandemi covid-19, gunung yang memiliki ketinggian 2084 meter ini ditutup untuk destinasi wisata selama tiga bulan. Kemudian pada Juni 2020, destinasi ini kembali dibuka untuk masyarakat umum dengan menerapkan protokol kesehatan.

Untuk harga tiket masuk, pengelola destinasi wisata ini membedakan biaya tiket masuk antara wisatawan lokal dan mancanegara. Untuk wisatawan lokal, tiket dibanderol dengan harga Rp15000 dengan biaya parkir antara Rp5000-Rp20000, tergantung alat transportasi yang digunakan. Untuk wisatawan mancanegara, tiket ditetapkan dari harga Rp50000 dengan biaya parkir motor dari Rp7000-Rp25000.

Destinasi wisata ini buka dari pukul 08.00-17.00 WIB.

Yang bisa ditemukan wisatawan di destinasi Gunung Tangkuban Perahu

Nah, bagi kamu yang menyukai wisata sejarah, alam, dan kuliner, Gunung Tangkuban Perahu merupakan tempat yang tepat untukmu.

Jika berkunjung ke tempat ini, kamu tidak hanya menemukan cerita sejarah dan pemandangan gunung. Kamu juga akan menemukan pemandangan berupa kawah, yakni Kawah Upas, Kawah Ratu, dan Kawah Domas yang merupakan hasil dari letusan gunung beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu, di sekitar area wisata, kamu juga dapat menemukan pedagang-pedagang yang menjual souvenir.

Untuk pecinta kuliner, inilah yang ditunggu-tunggu. Di daerah tersebut, terdapat warung-warung yang menjual kuliner khas daerah setempat, seperti Ketan Bakar dan Oncom Raos. Jadi sembari menikmati pemandangan, kamu juga bisa menyantap kuliner lezat ala Lembang.

Gunung Tangkuban Perahu keren, kan! Bagaimana, tertarik berkunjung ke sana?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Carok, Tradisi Duel Sengit dari Madura

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural. Negara ini terdiri dari beragam suku bangsa yang masing-masing memiliki kebudayaan yang khas...

Tradisi Unik pada Pernikahan Suku Tidung: Pengantin Dilarang Buang Air Besar

Berbicara tentang suku, budaya, dan tradisi, Indonesia merupakan sebuah wilayah yang sangat kaya akan hal-hal tersebut. Setiap wilayah di Indonesia memiliki budaya...

Misteri Desa Karang Kenek: Kutukan atau Kebetulan?

Jika kita berbicara soal misteri, negara kita pasti selalu masuk daftar negara dengan banyak hal unik serta misteri-misteri yang belum terpecahkan. Beberapa...

Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali

Bukan hanya hutan, gunung, laut, jembatan, ternyata jalan tol di Indonesia juga ada yang menyimpan misteri yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Komentar terkini