Home Berita Lagi! Pengendara Motor Tewas Tertabrak Commuterline

Lagi! Pengendara Motor Tewas Tertabrak Commuterline

Tragedi pengendara sepeda motor tertabrak kereta commuterline kembali terjadi. Seorang pengendara sepeda motor yang diduga driver ojek online tertabrak kereta Commuterline di perlintasan Stasiun Bojongggede.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (2/8/2020) tersebut sontak mengagetkan warga sekitar. Berdasarkan keterangan saksi mata seperti dikutip dari akun Instagram @bogor24update, pengendara motor tersebut diketahui menerobos palang lintasan kereta.

Warga dan pengendara lain sudah memperingatkan bahwa ada kereta yang akan melintas , namun peringatan tersebut tak digubris. Pengendara sepeda motor tadi tetap menerobos pintu perlintasan dan tertabrak Commuterline dari arah Stasiun Bojonggede menuju Jakarta.

Diketahui korban meninggal di tempat. Kejadian pengendara motor tertabrak kereta commuterline sudah berulang kali terjadi. Pertengahan Juli 2019 lalu, dua orang pengendara sepeda motor juga tertabrak kereta di sekitar perlintasan Stasiun Bojonggede.

Dilansir dari Suara.com. peristiwa tersebut bermula saat kedua korban yakni Suwardi dan Atmisastra berboncengan sepeda motor berplat nomor B 4536 SGE dari arah Lapangan Siaga menuju Stasiun Bojonggede sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi.

Setibanya di lokasi, keduanya nekat menerobos palang pintu kereta yang sudah menutup. Alahasil, keduanya tertabrak kereta Commuterline dengan nomor KA 1613 KCL dari arah Bogor menuju Angke.

Kedua korban pun meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepalanya

Berulangnya tragedi pengendara motor tertabrak kereta seolah membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat dalam berkendara, terutama saat melintasi rel kereta.

Meski terburu-buru, jika kendaraan akan melewati perlintasan kereta dan posisi kereta sudah dekat wajib untuk menunggu, sehingga tidak ada lagi kejadian tertabrak kereta.

Selain itu, saat berkendara usahakan untuk tidak menggunakan headseta atau earphone. Mengingat akan membuat pengendara tidak fokus serta tak mampu mendengar teriakan dari warga atau pengendara lain jika pengendara tersebut tak sadar menerebos palang perlintasan kereta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini