Home Berita Kurangi Sampah Plastik, Pria Asal Bogor Ciptakan Gelas Bambu

Kurangi Sampah Plastik, Pria Asal Bogor Ciptakan Gelas Bambu

Bagi masyarakat Indonesia, bambu bukan sekadar pohon biasa, namun sarat dengan makna dan histori. Zaman dahulu bambu runcing menjadi salah satu senjata yang digunakan untuk mengusir dan melawan penjajah.

Karena mudah ditemukan di mana-mana, bambu dibuat untuk banyak hal mulai dari membuat rumah, meja, kursi, pagar, anyaman, hingga kerajinan tangan.

Seperti yang dilakukan pria asal Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor ini misalnya. Sebut saja Banoen Soerya, pria 41 tahun ini berangkat dari keinginannya melestarikan bambu, sehingga ia mampu menyulapnya menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai tinggi juga unik.

Di kediamannya di Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, pria berperawakan gempal ini berkarya menciptakan gelas, nampan, tempat rokok, sodetan alat memasak, hingga box audio berbahan dasar bambu selama hampir 6 bulan belakangan ini lewat produksi Imah Lancah Awi.

Banoen berharap dari karyanya dapat menjaring teman-teman pengrajin bambu lainnya dengan erat seperti jaring laba-laba.

Banyak variasi diciptakan Banoen dari bambu namun produk populer yang menjadi ciri khas adalah gelas bambunya. Terdapat dua jenis gelas, gelas standar seperti cangkir berukuran tinggi 7cm dan mug berukuran tinggi 14cm dari hasil produksinya 2 lusin gelas selama sehari.

Banoen sendiri menggunakan bambu khusus, yakni bambu hitam. Menurutnya, bambu hitam mememiliki kelebihan dalam seratnya yang lebih kuat dan bagus ketimbang jenis bambu lainnya.

Di samping itu, gelas berbahan bambu hitam memiliki nilai lebih bila digunakan sebagai tempat untuk minum kopi. Rasa kopi seketika menjadi lebih terasa lebih halus, kental dan cita rasa yang lebih memikat, cocok untuk yang gemar ngopi.

Tak heran bila Banoen bersama kawan-kawannya memiliki gerakan ‘Kurangi Sampah Plastik’. Bersama kawannya, Banoen selalu membawa gelas bambunya untuk pergi minum kopi, sehingga tidak lagi menggunakan gelas plastik yang biasa digunakan dan mengurangi sampah plastik.

“Gelas bambu ini biasa dibawa kemana pun kita ngopi. Kalau mesan kopi langsung dari gelas bambu ini jadi mengurangi sampah plastik sembari sosialisasi kepada masyarakat dan penjual kopi,” jelasnya.

Berkat gerakan dan penjualannya melalui media sosial, gelas bambunya sudah terjual hingga Singapura dan Australia. Untuk dalam negeri selain Jabodetabek, gelasnya sudah terjual ke Cimahi, Kuningan, Jogja hingga Solo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini