28.4 C
Indonesia
Wednesday, October 20, 2021

TAPAK.id

spot_img

Kurangi Sampah Plastik, Pria Asal Bogor Ciptakan Gelas Bambu

Bagi masyarakat Indonesia, bambu bukan sekadar pohon biasa, namun sarat dengan makna dan histori. Zaman dahulu bambu runcing menjadi salah satu senjata yang digunakan untuk mengusir dan melawan penjajah.

Karena mudah ditemukan di mana-mana, bambu dibuat untuk banyak hal mulai dari membuat rumah, meja, kursi, pagar, anyaman, hingga kerajinan tangan.

Seperti yang dilakukan pria asal Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor ini misalnya. Sebut saja Banoen Soerya, pria 41 tahun ini berangkat dari keinginannya melestarikan bambu, sehingga ia mampu menyulapnya menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai tinggi juga unik.

Di kediamannya di Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, pria berperawakan gempal ini berkarya menciptakan gelas, nampan, tempat rokok, sodetan alat memasak, hingga box audio berbahan dasar bambu selama hampir 6 bulan belakangan ini lewat produksi Imah Lancah Awi.

Banoen berharap dari karyanya dapat menjaring teman-teman pengrajin bambu lainnya dengan erat seperti jaring laba-laba.

Banyak variasi diciptakan Banoen dari bambu namun produk populer yang menjadi ciri khas adalah gelas bambunya. Terdapat dua jenis gelas, gelas standar seperti cangkir berukuran tinggi 7cm dan mug berukuran tinggi 14cm dari hasil produksinya 2 lusin gelas selama sehari.

Banoen sendiri menggunakan bambu khusus, yakni bambu hitam. Menurutnya, bambu hitam mememiliki kelebihan dalam seratnya yang lebih kuat dan bagus ketimbang jenis bambu lainnya.

Di samping itu, gelas berbahan bambu hitam memiliki nilai lebih bila digunakan sebagai tempat untuk minum kopi. Rasa kopi seketika menjadi lebih terasa lebih halus, kental dan cita rasa yang lebih memikat, cocok untuk yang gemar ngopi.

Tak heran bila Banoen bersama kawan-kawannya memiliki gerakan ‘Kurangi Sampah Plastik’. Bersama kawannya, Banoen selalu membawa gelas bambunya untuk pergi minum kopi, sehingga tidak lagi menggunakan gelas plastik yang biasa digunakan dan mengurangi sampah plastik.

“Gelas bambu ini biasa dibawa kemana pun kita ngopi. Kalau mesan kopi langsung dari gelas bambu ini jadi mengurangi sampah plastik sembari sosialisasi kepada masyarakat dan penjual kopi,” jelasnya.

Berkat gerakan dan penjualannya melalui media sosial, gelas bambunya sudah terjual hingga Singapura dan Australia. Untuk dalam negeri selain Jabodetabek, gelasnya sudah terjual ke Cimahi, Kuningan, Jogja hingga Solo.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

20,753FansSuka
2,988PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Articles