Home Jejak Agrikultur Kolam Segaran, Saksi Bisu Kemajuan Pertanian Majapahit

Kolam Segaran, Saksi Bisu Kemajuan Pertanian Majapahit

Siapa orang Indonesia yang tidak mengenal tentang Kerajaan Majapahit? Saya yakin semua insan bumi nusantara ini tahu tentang Kerajaan Majapahit, tapi tidak begitu tahu tentang bagaimana sejarahnya. Majapahit dikenal sebagai kerajaan leluhur kita yang pernah berjaya dalam menyatukan seluruh nusantara dalam satu panji. Majapahit juga terkenal sangat maju pada masanya dalam bidang militer dan pertahanan, perdagangan, pertanian, dan lain-lain. Bahkan pertanian Majapahit saat itu pernah mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Sebagai kerajaan dengan wilayah yang membentang dari semenanjung Malaya hingga Papua, rasanya tak heran bila pertanian Majapahit sangat maju saat itu. Terletak di wilayah beriklim tropis yang subur secara geografis, semakin mendukung kegiatan pertanian Majapahit. Pertanian juga menjadi salah satu sumber ekonomi terkuat saat itu selain dari perdagangan laut dari jalur sutera.

Lalu apa bukti yang dapat digunakan untuk menunjukkan kemajuan pertanian di masa Kerajaan Majapahit ini? Salah satu bukti yang bisa menunjukkan kemajuan pertanian leluhur kita dulu ini adalah Kolam Segaran. Namun apakah kalian semua tahu apa itu Kolam Segaran? Bagi warga yang tinggal di sekitara Mojokerto mungkin sudah tak asing lagi, tapi bagaimana dengan orang dari daerah lain? Oleh karena itu lihat penjelasan berikut.

Kolam Segaran dulunya merupakan waduk yang berfungsi mengendalikan dan mengairi lahan di sekitarnya. Saksi bisu kemajuan sistem irigasi dibangun sekitar pada abad ke 15 untuk mengatasi kekeringan saat kemarau dan banjir saat musim penghujan tiba. Kolam ini pernah membawa Trowulan, ibukota Majapahit saat itu mencapai kemakmuran.

Kolam ini ternyata juga cukup luas ukurannya. Diketahui Kolam Segaran ini memiliki luas sebesar 6,5 hektar dengan panjang 375 meter dan lebar 175 meter. Temboknya memiliki ketebalan mecapai 1,6 meter dan tinggi 2,86 meter dengan bahan dari batu bata merah. Dengan ukurannya yang luas, maka semakin banyak pula lahan pertanian yang diairi oleh kolam ini pada saat itu.

Dilansir dari detik, Kolam ini sempat tertutup tanah saat ditemukan pertama kali pada tahun 1926. Adapun yang menemukannya adalah Ir Maclaian Pont, seorang insinyur berkebangsaan Belanda yang sedang melakukan Observasi di sekitar desa Trowulan. Setelah kemerdekaan, kolam ini kembali dipugar pada tahun 1966, dan pemugaran secara besar-besaran dilakukan lagi pada tahun 1974 hingga terlihat sedemikian rupa seperti saat ini.

Bila bicara tentang sejarah peradaban leluhur kita, rasanya tak lengkap bila tak ada cerita rakyat di dalamnya. Menurut berbagai pendapat ahli sejarah, kolam ini dulunya sangat disucikan oleh masyarakat sekitar. Meskipun tak ada bukti kuat yang mendukung hal tersebut. Bahkan Kolam Segaran tak pernah disebutkan dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca. Namun, hal itu wajar mengingat kitab Negarakertagama sudah selesai ditulis sebelum Kolam Segaran dibuat.

Ada pula yang cerita rakyat yang menyebutkan bahwa Kolam Segaran dijadikan sebagai tempat untuk menjamu tamu-tamu asing seperti pesta ataupun upacara. Kolam ini diceritakan dijadikan para Bangsawan Majapahit untuk memamerkan kekayaan mereka. Konon, seluruh piranti pesta yang terbuat dari emas dibuang ke dalam kolam ini dan disaksikan oleh para tamu yang datang untuk menunjukkan kemewahan Majapahit. Namun, hal tersebut tak terbukti benar karena belum pernah ditemukan peninggalan apapun di kolam ini.

Terlepas dari semua rumor dan cerita rakyat yang beredar, kita semua tahu bahwa pertanian Majapahit pernah mengalami kemajuan pada saat itu. Sistem irigasi yang dikelola secara baik dapat membawa kemakmuran bagi rakyat saat itu. Kita pun harusnya merasa bangga mempunyai leluhur yang memiliki peradaban yang sangat maju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini