Home Jejak Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000 orang tewas yang diakibatkan oleh hujan abu.

Dikutip dari Wikipedia, kombinasi aliran prioklastik, abu vulkanik dan tsunami mengakibatkan hancurnya daerah sekitar Krakatau, tak satupun yang selamat dari total 3000 orang penduduk Sebesi, yang jaraknya sekitar 13 km dari Krakatau. Aliran piroklastik menewaskan kurang lebih 1000 orang di Ketimbang dan pesisir Sumatra yang berjarak 40 km sebelah utara Krakatau. Pemerintah Hindia Belanda mencatat 36.417 korban jiwa yang diakibatkan oleh letusan dan tsunami gunung Krakatau.

Kapal yang berlayar hingga ke Afrika Selatan juga ikut melaporkan guncangan yang terjadi oleh tsunami, dan banyaknya mayat para korban terapung di lautan hingga berbulan-bulan.

Kota Merak, Banten luluh lantak oleh tsunami, serta kota – kota disepanjang pantai Utara Sumatra hingga 40 km.

Klenteng Tjo Soe Kong yang terletak di Kawasan Tanjung Kait pesisir pantai utara Tangerang diperkirakan di bangun pada abad ke 18 atau sekitar tahun 1792 oleh warga keturunan Tionghoa yang merupakan imigran provinsi Hoxian China.

Inspektur Lim Tiang Pa yang merupakan orang China terkaya pada masa itu membeli tanah yang kemudian tanah itu dibangun Klenteng Tjo Soe Kong sekitar Tahun 1742.

Ketika peristiwa meletusnya gunung Krakatau meletus yang menyebabkan tsunami dahsyat yang melanda wilayah Lampung dan Banten, beberapa Desa tenggelam seperti Desa Kramat, Ketapang dan Desa Tajung Kait.

Klenteng Tjo Soe Kong pun ikut terlanda banjir namun tidak sampai tenggelam dan hanyut, Ketika itu banyak warga yang mengungsi di Klenteng Tjo Soe Kong dan konon katanya menurut penuturan juru kunci Klenteng Tjo Soe Kong banjir tidak sampai masuk kedalam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Penyamun Kidul, Si Pengacau Kompeni

Pasca merengkuh Tanah Priangan dari Mataram melalui serangkaian perjanjian di tahun 1677, Kompeni tidak langsung mengurus wilayah barunya itu. Di samping maskapai...

Pembagian Wilayah Cirebon Dari Masa Ke Masa

Sejak dirintis oleh Pangeran Walangsung a.k.a Pangeran Cakrabuana di era Pajajaran akhir, Cirebon telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pedukuhan kecil yang...

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Komentar terkini