Home Jejak Kisah Bandara Kemayoran yang Pernah jadi Sorotan Dunia

Kisah Bandara Kemayoran yang Pernah jadi Sorotan Dunia

Dalam rapat di istana negara, Presiden Joko Widodo menyinggung soal jumlah bandara internasional di Indonesia. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mempertanyakan urgensi dari 30 bandara internasional di Indonesia.

Berbicara soal bandara internasional tidak bisa dilepaskan dari Bandara Kemayoran. Bandara Kemayoran merupakan bandara internasional pertama di Indonesa. Bandara ini berdiri lima tahun sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 8 Juli 1940.

Bandara ini mulai dibangun sejak tahun 1934. Berdasar catatan sejarah, Bandara Kemayoran beberapa mengalami perpindahan kekuasaan.

Saat mulai dibangun hingga berdiri, bandara yang terletak Kemayoran, Jakarta Pusat ini berada di bawah kendali pemerintahan kolonial Belanda. Saat itu bandara ini menerbangkan dan mendaratkan pesawat-pesawat dalam kendali dan pengawasan Belanda.

Karena saat itu bandara ini dikuasai Belanda, maka tak heran pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kemayoran adalah jenis DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia-Belanda KNILM.

Bandara ini kemudian jatuh ke tangan Jepang. Dikutip dari laman minenews.id, pesawat-pesawat milik kekaisaran Jepang mulai mendarat dan terbang di bandara ini. Seperti pesawat Mitsubishi A6M Zero hingga jenis Tachikawa.

Usai tragedi bom Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945, Jepang menyerah. Nasib Bandara Kemayoran kembali jatuh ke pihak asing. Kali ini Bandara Kemayoran dikendalikan oleh pasukan sekutu.

Barulah sekitar medio 1950-an, bandara internasional pertama di Indonesia ini kembali ke tangan pemerintah Republik Indonesia. Bandara ini pernah menyita perhatian publik internasional karena masuk dalam cerita komik legendaris, Tintin yang berjudul Flight 714. Saat itu dikisahkan Tintin dan rombongan transit terlebih dahulu ke Bandara Kemayoran sebelum melanjutkan perjalanan ke Sydney, Australia.

Dilansir dari laman Historira.id, TNI AU juga memanfaatkan Kemayoran sebelum Lanud Iswahyudi diperkokoh dan diperpanjang. Di medio 1980-an kesibukan di Bandara kemayoran begitu padat.

Perna mencapai lebih dari 100.000 penerbangan per tahun dengan kapasitas penumpang mencapai empat juta orang dan merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia saat itu.

Lokasinya yang terlalu dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara militer, membuat Bandara Kemayoran dinilai berbahaya. Belum lagi lalu lintas udara meningkat pesat dalam waktu cepat, terutama penerbangan sipil.

Akhirnya pada tahun 1985 Bandara Kemayoran resmi berhenti beroperasi. Semua penerbagan domestik maupun Internasional dipindah ke Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang.

Kini seusia SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 475, Bandara Kemayoran sebagai Bangunan Cagar Budaya yang wajib dilindungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini