Home Ekonomi Kesultanan Ternate Luncurkan Dinar Dirham Sebagai Alat Tukar

Kesultanan Ternate Luncurkan Dinar Dirham Sebagai Alat Tukar

Guna meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat, pada 2013 Sultan Ternate Mudhafar Sjah meluncurkan tabungan dalam bentuk dinar dan dirham. Pelencuran dinar dan dirham itu menyasar masyarakat Ternate dan kabupaten dan kota lain di Maluku Utara.

Niatan Sultan Ternate Mudhafar Sjah untuk meningkatkan kesejahteraan lewat tabungan dirham dan dinar itu tidak main-main. Kesultanan Ternate akan menyiapkan dirham dan dinar yang bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp70 ribu untuk dirham dan Rp2,5 juta untuk dinar.

Nantinya dinar dan dirham itu bisa dijual kembali kepada kesultanan dengan nilai tukar yang berlaku. Sultan Ternate yang juga Anggota DPD-RI itu menjamin bahwa masyarakat yang membeli dirham dan dinar tidak akan merugi, karena nilai tukar dirham dan dinar terus stabil, berbeda dengan Dolar Amerika Serikat yang selalu fluktuatif.

Selain itu, dalam ajaran Agama Islam juga mengisyaratkan bahwa penggunaan dirham dan dinar akan memberi jalan seluas-luasnya untuk mendapatkan harta kekayaan yang berlimpah serta diberkahi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam Seminar Kembalinya Dinar dan Dirham Kesultanan Ternate , Pengarah Wakala Induk Nusantara Ir. H. Zaim Saidi, MPA memuji langkah Kesultanan Ternate mencetak dinar dan dirham. Dirinya juga berharap ratusan sultan yang ada di tanah air mulai mengikuti untuk meluncurkan dinar dan dirham di wilayah kesultanannya.

“Di Indonesia ada sekitar 200 orang yang mendakwa diri sebagai sultan. Namun yang mencetak dinar dan dirham baru dua sultan saja, yaitu Sultan Cirebon dan Sultan Ternate. Di luar negeri, Sultan Sulu juga sudah mencetak dinar dan dirham,” ujar Zaim.

Di masa kini selain investasi emas batangan, sejumlah masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal dinar dan dirham sebagai instrumen investasi alternatif. Dinar biasanya berupa kepingan logam emas, sedangkan dirham terbuat dari perak.

Dikutip dari CNBCIndonesia.com, berdasarkan hukum Syariah Islam, dinar merupakan uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan dirham, berdasarkan ketentuan Open Mithqal Standard (OMS), memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce.

Dinar dan dirham memang dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya. Selain itu dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, dan mahar.

sumber: Antaranews.com | Facebook.com/zaim saidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini