Home Uncategorized Kemenyan antara Mistis dan Kebenaran yang di sembunyikan

Kemenyan antara Mistis dan Kebenaran yang di sembunyikan

Penulis : Liana

Menyebut kata kemenyan pasti yang terlintas di pikiran teman-teman adalah sebuah benda berbentuk kristal beraroma khas yang sering digunakan dalam ritual mistis untuk memanggil arwah dan para lelembut.

Anggapan ini seolah dikuatkan lewat adegan-adegan film horor era 80an yang menggunakan kemenyan serta kembang beraneka rupa untuk praktik perdukunan, pemujaan roh, dan sebagainya. Rupanya image seperti itu menjadikan kemenyan sebagai benda mistis yang hanya boleh dijangkau para praktisi spiritual saja.

Padahal seharusnya kita wajib berbangga dengan komoditi super yang satu ini lho teman-teman. Karena kemenyan dan gaharu merupakan komoditi wewangian asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat.

Tahukah kamu? Kemenyan biasa digunakan dibeberapa pondok pesantren untuk wewangian saat sedang ada pertemuan besar seperti sholat tarawih, perkumpulan masjelis taklim, atau pertemuan guru-guru besar.

Di beberapa daerah Indonesia juga kemenyan masih digunakan pada acara resepsi pernikahan, tempat-tempat ziarah, dan juga acara selamatan.

Bukan hanya masyarakat Indonesia, kemenyan digunakan di tanah suci seperti di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Mekkah sebagai wewangian pada acara penyucian dan pembersihan Ka’bah atau saat ada acara Tahfidz Quran. Membakar kemenyan dilakukan untuk membuat para jamaah merasa nyaman. Ternyata membakar kemenyan sebagai wewangian juga sebuah anjuran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam , ini tertuang dalam sebuah hadist “Para malaikat itu suka bau-bau yang wangi dan membenci bau busuk”

Fakta yang lain juga menyebutkan bahwa manfaat kemenyan sudah dikenal jauh sebelum peradaban islam muncul. Salah satunya pada bangsa mesir kuno,yang mendatangkan kemenyan dari negeri Yaman untuk keperluan membuat mumi.

Tidak sampai disitu, di tanah Yerusalem  para masyarakat Bani Israil menggunakan kemenyan dalam sebuah wadah ukupan dan diletakan di berbagai sudut tempat ibadah untuk wewangian sebagai penghantar doa-doa yang dipanjatkan.

Berpindah ke jazirah Arab dan Syam ( Palestina ), kemenyan juga hadir di rumah-rumah penduduk dengan wadah ukupan yang cantik sebagai pajangan sekaligus untuk aromaterapi di ruang tamu mereka.

Ternyata, tidak hanya kalangan Timur Tengah saja yang menggemari aroma kemenyan. Di wilayah Asia Selatan dan Asia Timur juga sudah menjadi tradisi membakar kemenyan di kuil-kuil sebagai pelengkap beribadatan.

Nah, teman-teman sudah tahu kan, dari semua penggunaan kemenyan yang sudah kami jelaskan tersebut memang bisa dikatakan bahwa kemenyan bukanlah benda mistis milik agama atau prosesi tertentu saja.

Banyaknya penggunaan kemenyan dari masa ke masa, ternyata berbanding lurus dengan manfaat kemenyan yang baik untuk kesehatan lho teman-teman.  Sebuah penelitian menemukan bahwa di dalam kandungan kemenyan dapat menghentikan penyebaran sel kanker. Namun perlu penelitian lanjut untuk membuktikan bahwa kemenyan bisa digunakan sebagai obat anti kanker.

Khasiat kemenyan juga sudah dianjurkan sejak abad ke-10 oleh Ibnu Sina seorang ilmuan muslim yang terkenal sebagai bapak kesehatan dunia untuk menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya menyembuhkan bisul, obat disentri, penghilang mual, dan juga sebagai penawar demam.

Kemenyan yang sering dianggap sebelah mata ini juga ternyata berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.

Dengan banyaknya pengguna serta manfaat kedahsyatan kemenyan, sudah seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang merupakan tanah asli penghasil komoditi kemenyan ini wajib banget mengubah persepsi kita terhadap barang yang satu ini.

Kalau teman-teman sudah tau informasi ini, jangan lupa bagikan kepada orang-orang terdekat kamu ya. Agar lebih banyak yang teredukasi, dan warisan sumber daya alam kemenyan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi tradisi yang dibanggakan generasi masa kini dan seterusnya. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini