Home Lifestyle Film Kembali Rilis Film Zombie, Sutradara Sebut Peninsula Beda dengan Train To...

Kembali Rilis Film Zombie, Sutradara Sebut Peninsula Beda dengan Train To Busan

Sukses dengan Train To Busan, Sutradara Asal Korea Selatan Yeon Sang Ho kembali merilis film zombie. Film bertema zombi kali ini ia beri judul Peninsula.

Meski warganet kerap menyebut Peninsula sebagai sekuel dari Train to Busan atau Train to Busan 2 karena sama-sama film bertema zombie, Yeon Sang Ho menyebut ada perbedaan antara keduanya.

Yeong Sang Ho sendiri merasa aneh jika Peninsula disebut sebagai Train to Busan 2. Pasalnya, syuting film Peninsula tidak berlokasi di Busan. Peninsula disebut sebagai gambaran alami Korea Selatan yang terletak di semenanjung. Lokasinya yang tak begitu terkunci dan ada harapan untuk keluar dari sana.

Jika di film Train to Busan mengambil set di kereta, berbeda dengan Peninsula. Dalam film yang dirilis di Korea Selatan pada 15 Juli 2020 ini, menggambarkan adegan kejar-kejaran mobil yang menurut sang sutradara jauh lebih menegangkan.

“Ide pertama saya adalah meminta seorang gadis muda mengendarai truk sampah,” ujar Yeon Sang Ho seperti dikutip dari Soompi.com.

Dia mengatakan bahwa pengambilan gambar kejar-kejaran mobil memerlukan proses yang panjang. Yeon Sang Ho menyebut waktu yang diperlukan untuk proses syuting memakan waktu lebih dari tiga bulan.

Terkait aktor utama, Yeon Sang Ho tidak akan menghadirkan Gong Yoo yang sukses menyihir penonton Train To Busan. Di film Peninsula, Yeon Sang Ho memilih aktor senior Korea Selatan, Kang Dong Won yang berperan sebagai Jung Suk sebagai tokoh sentral.

Berbeda dengan Train to Busan, Yeon Sang Ho menyebut keberadaan zombie di film Peninsula tidak terlalu memberi ancaman kepada manusia.

“Zombi di ‘semenanjung’ tidak cukup mengancam. Jika saya berpikir tentang Jung Suk dan penonton memiliki sudut pandang yang sama, maka mereka akan merasakan semacam ketegangan hantu ketika dia kembali ke Korea Selatan karena zombie di ‘Train to Busan’ memiliki cerita mereka sendiri,” sebut pria yang menyutradari film The Window ini.

Film bertemakan zombie sendiri memiliki sejarah panjang. Dilansir dari laman BBC.com, salah satu film zombie tertua dirilis tahun 1932 berjudul White Zombie karya Victor Halperpin.

Film tersebut diadaptasi menjadi budaya populer dari kepercayaan masyarakat di Haiti dan tujuh wilayah di bawah kekuasaan Prancis di Karibia.

Spekulasi beredar bahwa kata zombie berasal dari bahasa-bahasa Afrika Barat, ndzumbi yang berarti mayat dalam bahasa Mitsogo di Gabon, dan nzambi berarti jiwa dari orang yang telah meninggal dalam bahasa Kongo.

Wilayah-wilayah itu adalah asal dari budak-budak Eropa yang dalam jumlah besar dipaksa untuk pindah ke Hindia Barat dan bekerja di perkebunan tebu. Mereka pergi dengan membawa kepercayaan adat mereka itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini