Home Berita Kebakaran Landa Kawasan Rumah Adat Attakae

Kebakaran Landa Kawasan Rumah Adat Attakae

Kebakaran melanda Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dua rumah adat di kawasan Rumah Adat Attakae dilahap si jago merah, Minggu (19/7/2020). Rumah Adat Kecamatan yang terbakar masing-masing rumah adat Kecamatan Sajoanging dan Pitumpanua.

Dikutip dari instingjurnalis.com, penanggung jawab Rumah Adat Atakkae, Andi Bau Sumange Alam mengatakan, kebakaran itu terjadi berawal dari bagian dapur rumah adat Sajoanging, kemudian merembek ke rumah adat Pitumpanua.

“Dugaan sementara kebakaran disebabkan karena arus pendek. Karena kedua rumah yang terbakar itu sudah lama tidak berpenghuni,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Pemadam kebakaran langsung menerjunkan sejumlah unit ke lokasi kejadian.

Sebagai tambahan informasi, rumah adat Atakkae adalah kawasan wisata rumah adat yang terletak di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe. Kabupaten Wajo. Rumah adat ini dibangun pada tahun 1995.

Di dalam kawasan ini terdapat beberapa rumah-rumah adat tradisional yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wajo.

Atakkae adalah sebutan untuk rumah rumah adat yang ada di Sengkang. Rumah ini memiliki desain rumah panggung seperti umumnya rumah adat di suku Bugis.

Rumah adat Atakkae dikenal juga dengan sebutan Rumah 101 tiang hal ini karena jumlah tiang penyangga rumah ini sebanyak 101 tiang dan juga menjadi salah satu keunikan dari rumah adat ini.

Di antara semua rumah – rumah adat di kawasan ini terdapat rumah yang paling besar dibanding yang lainnya yang merupakan rumah adat utama. Di depan rumah ini terdapat tulisan “Saoraja la Tenri Bali” yang menjadi sebutan untuk rumah ini.

Saoraja La Tenri Bali adalah bahasa bugis dimana Saoraja sendiri berarti Istana raja dan La Tenri Bali adalah seorang raja atau oleh orang sengkang dipanggil Arung Matoa yang pernah berkuasa di Kerajaan Wajo. Jadi, Saoraja la Tenri Bali adalah Istana Raja la Tenri Bali.

Rumah adat ini biasanya digunakan sebagai tempat pelaksanaan pameran tahunan, untuk seminar dan atraksi budaya permainan rakyat.

Selain itu tempat ini juga biasa digunakan sebagai tempat melaksanakan kegiatan perkemahan lokal dan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Lagi, Gempa Bumi Guncang Bayah Banten

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi mengguncang Bayah, Banten, Kamis (6/8/2020). Gempa bermagnitudo 3,3 terjadi pukul 14.40 WIB

Kue Geplak, Kuliner Betawi yang Kalah Tenar dari Kerak Telor

Apa yang terlintas saat mendengar kuliner Betawi? Yang ada di kepala kita pasti makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok. Tapi...

17 Agustus, Masyarakat Indonesia Diminta Sikap Sempurna dan Berdiri Tegak

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia akan merayakan 75 tahun merdekanya Indonesia.

Jejak Peradaban Megalitikum Tertua Indonesia di Lembah Bada

Berdasarkan catatan Pusat Arkeologi Nasional, terdapat 42 situs megalitik di Sulawesi Tengah. Yang paling terkenal dan menyita perhatian publik adalah situs zaman...

Komentar terkini