Home Jejak Kata Arkeolog Soal Mahkota Raja Majapahit yang Dijual Online

Kata Arkeolog Soal Mahkota Raja Majapahit yang Dijual Online

Mahkota berbahan emas yang disebut sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit dijual di situs jual beli online Antiques.com pada akhir 2019 lalu. Dalam situs tersebut terdapat rincian penjual atas nama Galeri Barakat yang lokasinya di California, Amerika Serikat.

Untuk menambah kepercayaan calon pembeli, ia bahkan mencantumkan alamat lengkap, nomor handphone plus deskripsi mahkota tersebut.

Dalam keterangan di lapaknya, sang penjual menyebutkan bahwa mahkota emas itu berasal dari sebuah kerajaan yang memiliki kisah panjang di Indonesia.

“Karya ini berasal dari kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan India yang berbasis di Jawa Timur, dan memerintah antara abad ke-12 dan ke-16. Itu meluas ke seluruh Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur serta Semenanjung Malaya. Secara umum dianggap sebagai zaman keemasan bagi kerajaan Hindu di Kepulauan Melayu,” tulis keterangan penjual di situs Antiques.com.

Isu mahkota emas yang dijual secara online ini menjadi perhatian pecinta sejarah tanah air. Menurut Arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar, sejauh ini tidak ada data raja-raja Majapahit memiliki dan menggunakan mahkota yang terbuat dari emas.

“Sukar dipastikan dari zaman Majapahit. Lagi pula asal temuannya tidak jelas,” ujar Agus seperti dikutip dari Tempo.co.

Soal tahun berdiri, Agus juga mempertanyakan klaim si penjual mahkota yang mengatakan Majapahit berdiri pada abad ke-12. Menurutnya, berdasarkan catatan sejarah dan penelitian, kerajaan Majapahit berdiri pada abad ke-14.

Keraguan akan keaslian mahkota majapahit itu juga dirasakan Peneliti Utama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo. Bambang menduga bahwa artefak yang diklaim sebagai mahkota Majapahit tersebut benda yang baru dibuat, bukan peninggalan zaman kerajaan.

Ia mengungkapkan mahkota Majapahit yang ditawarkan itu pernah diperiksa seorang arkeolog di Bali beberapa waktu lalu. Setelah diteliti dengan seksama, kadar emas pada mahkota sebesar 16 karat.

Budi semakin yakin bahwa mahkota ini bukan peninggalan kerajaan Majapahit setelah ditemukannya bagian yang menggunakan sekrup berukuran kecil.

“Ya sekrup kecil. Kesimpulannya mahkota tersebut buatan baru,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini