Jauh Sebelum TIK-TOK. Ini Tarian Indonesia yang Penuh Filosofi

0
102

Sobat Tapak pasti setuju bahwa aplikasi TikTok saat ini menjadi aplikasi yang sedang digandrungi banyak orang. Gak Cuma anak muda, kini TikTok sudah banyak digunakan orang dewasa juga. Hayo..ngaku deh! Siapa disini yang gemar TikTokan?

Mengekspresikan diri dengan menari dan diiringi musik kesukaan memang seru ya, sobat Tapak.

Eits! Jangan keasyikan  menari-nari di TikTok..kita juga wajib tahu bahwa banyak tarian Nusantara yang wajib kita lestarikan. Jangan takut ketinggalan jaman! Coba kulik sedikit beberapa filosofi tarian Nusantara, pasti sobat Tapak bakal penasaran dan ingin coba belajar tarian berikut ini. Yuk disimak!

foto : balimediainfo.com

1. Tari Kecak

Sobat Tapak pasti pernah menyaksikan Tari Kecak yang berasal  dari pulau Bali ini.Bukan cuma sekedar untuk hiburan, ternyata tarian yang diciptakan oleh Wayan Limbak pada tahun 1930 ini syarat akan makna lho, sobat Tapak. Dinamakan tari Kecak karena seperti sobat Tapak ketahui, tarian ini tidak menggunakan musik sebagai pengiring. Melainkan kata-kata “Cak!Cak!Cak!”. Sebenarnya tarian ini merupakan adaptasi dari jenis tarian yang bernama Sanghyang dari Bona, Gianyar Bali. Namun, karena tarian ini termasuk tarian yang sakral dan hanya boleh dilakukan di area pura saja. Kemudian, Wayan Limbak mengembangkan tarian ini dengan mengambil kisah Ramayana sebagai sajian utama tarian Kecak. Mungkin sobat Tapak sudah tahu, cerita Ramayana merupakan kisah tentang perjuangan Rama merebut kembali Dewi Sinta dari Rahwana. Kisah ini melambangkan perjuangan cinta seorang pria merebut cinta sejatinya. Tokoh Hanoman yang pemberani dalam membela Rama adalah simbol kesatria yang wajib dimiliki setiap manusia .Kemenangan Rama pada akhir cerita menyimbolkan bahwa setiap kebaikan yang diperjuangkan cepat atau lambat akan berbuah manis. Wah..dalem juga ya sobat Tapak filosofinya.

foto : thegep.net

Tari Saman

Tarian yang berasal dari serambi Mekah, Aceh ini memang sering dijadikan kompetisi di ajang perlombaan tari sampai tingkat dunia. Kostum peserta tari Saman yang berwarna-warni dan gerakan yang menghentak memang seru untuk disaksikan. Menurut keterangan beberapa literatur, tari Saman ini dikembangkan dan diperkenalkan oleh Syekh Saman seorang ulama yang ingin menyampaikan dakwah lewat sebuah tarian. Pesan dakwah yang disampaikan lewat syair yang dilantunkan penari berisi tentang sopan santun, pendidikan, pesan keagamaan, dan kepahlawanan. Ritme tari Saman yang cepat dan beberapa bagian tarian yang saling berpegangan tangan melambangkan kekuatan dari gotong royong yang wajib dimiliki setiap jiwa muda Indonesia.

foto : genpi.co

Tari Tor-Tor

Tari Tor-tor yang berasal dari Sumatera Utara ini mungkin sering sobat Tapak saksikan di upacara adat pernikahan suku Batak Toba. Menurut praktisi seni Togarma Naibaho, kata Tor-tor berasal dari hentakan kaki pada rumah yang beralaskan kayu. Sehingga hentakan yang kuat menghasilkan bunyi “Tor-tor”. Sebelum diadaptasi sebagai hiburan dalam pesta pernikahan adat Batak Toba, dahulu kala tari Tor-tor dilakukan pada upacara adat yang sakral. Seperti kematian, media penyembuhan orang sakit, dan syukuran saat masa panen. Sobat Tapak perlu tahu sisi filosofis dari tarian Tor-tor ini terdapat di setiap bagiannya. Ada tiga sesi dalam tarian Tor-tor. Pertama adalah penghormatan kepada roh leluhur dan pemanjatan do’a kepada Tuhan sebagai simbol sisi religi suku Batak Toba. Kedua adalah pemanjatan do’a keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, dan kelimpahan rezeki bagi pemilik hajat. Ketiga adalah sesuai dengan acara yang berlangsung, jika tari Tor-tor untuk kematian biasanya dilakukan pemanjatan do’a untuk melepas jenazah dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Pada dasarnya tari Tor-tor menggambarkan sisi erat kekeluargaan suku Batak Toba yang selalu mendo’akan kebaikan bagi sesama keluarga.

foto : blog.airyrooms.com

Tari Jaipong

Jenis tarian yang berasal dari tanah Sunda atau Jawa Barat ini sudah menjadi tarian yang wajib ada diberbagai perayaan pesta adat sunda. Apakah sobat Tapak tahu? Bahwa dulu wanita yang menjadi seorang penari adalah hal yang memalukan bagi kebanyakan orang. Dulu jenis tarian di Jawa Barat hanya boleh ditarikan oleh kaum laki-laki dan untuk penari bodor ( melawak ) tanpa ada unsur filosofis di dalamnya. Hingga akhirnya pada tahun 60-an muncul pemikiran dari seniman Sunda yang bernama Gugum Gumbira yang bercita-cita mengangkat seni tari tradisional menjadi kesenian yang disukai di tanah Jawa Barat. Untuk itu, Gugum menggabungkan beberapa jenis tari ke dalam satu jenis tarian yaitu Jaipong. Memilih penari wanita dan menggabungkan beberapa  gerakan bela diri pencak silat, tangkis, gibas, meupeuh, dan giwar yang terkesan maskulin membuat tarian Jaipong menjadi simbol emansipasi wanita yang juga bisa berani dan tegas dalam bergerak. Secara keseluruhan, gerakan penari Jaipong wanita yang masih eksis sampai saat ini yang energik, lincah, gesit juga gemulai ingin memberikan pesan bahwa wanita Sunda juga bisa menjadi sosok yang dinamis, penuh semangat, optimis juga tidak meninggalkan sisi feminim sebagai kodrat asli seorang wanita.

foto : theinsidemag.com

Tari Topeng

Apa sobat Tapak tahu? Tari Topeng Cirebon diciptakan pada tahun 1470-an. Tarian ini disebarluaskan kepada rakyat Cirebon oleh Sunan Gunung Jati bersama Sunan Kalijaga sebagai cara untuk berdakwah dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Karena ulama besar tersebut paham, bahwa masyarakat sangat menggemari hiburan rakyat yang mengusung unsur tradisi . Meski berasal dari Cirebon, ternyata kebudayaan tari Topeng juga bisa ditemukan di Indramayu, Subang, Jatibarang, Majalengka, Losari dan Brebes. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan kendang dan rebab menjadikan tari Topeng ini cukup memorable diingat. Belum lagi, bagian yang paling menarik adalah ketika penari mengganti topeng menjadi ekspresi yang berbeda, kemudian musik pun akan mengalun sesuai dengan ekspresi yang serupa. Biasanya pada pertunjukan tari topeng ada lima rupa topeng yang paling sering ditampilkan. Ternyata setiap topeng pun memiliki maknanya lho, sobat Tapak.

  • Topeng Samba ( Pamindo ) : Menggambarkan ekspresi anak-anak yang ceria, lincah, dan lucu
  • Topeng Rumyang : Menggambarkan bentuk topeng berwajah remaja yang bersemangat
  • Topeng Panji : Topeng berwarna putih bersih sebagai simbol bayi yang masih suci
  • Topeng Patih ( Tumenggung ) : Topeng berekspresi orang dewasa yang tegas dan berwibawa
  • Topeng Kelana ( Rahwana ) : Berekspresi keras yang mewakili emosi kemarahan
    Kelima topeng tersebut biasanya akan terangkai sebuah cerita dramatis yang menggambarkan bahwa semua manusia akan tumbuh menjadi dewasa dan mengalami masalah hidupnya masing-masing.

Nah, kelima jenis tarian yang kami sebutkan ternyata menarik kan sobat Tapak? Untuk itu, kita sebagai generasi muda yang masih bisa berkarya dan eksis walau di dunia maya. Gak ada salahnya lho untuk mulai belajar tari tradisional agar warisan budaya Indonesia ini bisa lebih eksis dari TikTok.

Kira-kira sobat Tapak tertarik ingin belajar tarian apa nih? 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here