Home Kesehatan Indonesia Penghasil Tanaman Obat Terbesar di Dunia

Indonesia Penghasil Tanaman Obat Terbesar di Dunia

Tidak salah bangsa Eropa menjelajahi berbagai wilayah di nusantara pada masa lampau untuk mencari rempah-rempah. Pasalnya, selain sebagai penyedap masakan, rempah-rempah asli nusantara dapat dijadikan obat herbal.

Bahkan, di kalangan masyarakat Indonesia terdapat tradisi minum jamu. Tradisi turun-temurun yang dipercaya dapat meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh seseorang. Jamu sendiri adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia yang terbuat dari berbagai tumbuhan khas.

Sebagai informasi, sekitar 80 persen tanaman obat atau herbal di dunia ada di Indonesia. Maka, tak salah jika Indonesia dijuluki sebagai laboratorium tanaman obat terbesar di dunia. Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Andria Agusta menyebut ada 7.500 lebih tanaman yang dapat diolah menjadi obat herbal.

Salah satunya adalah tanaman sindur. Tanaman ini menghasilkan minyak sindur yang dapat digunakan untuk mengobati kulit terbakar.

Ia mengatakan, minyak yang dihasilkan pohon sindur sangat berpotensi melawan bakteri patogen. Namun penggunaan Sindur untuk obat masih butuh penelitian lagi untuk memisahkan senyawa murninya.

Saat ini terdapat 45 macam obat penting yang beredar di Amerika Serikat (AS) berasal dari 14 species tumbuhan Indonesia. Termasuk, vinblastin dan vincristin (obat anti kanker) yang berasal dari tanaman tapak dara.

Dikutip dari sehatq.com, ada sejumlah tanaman yang dapat dijadikan obat herbal yang bahkan dapat dibudidaykan di rumah antara lain:

1.Jahe

Jahe umumnya aman digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Namun, sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh setiap harinya.

2.Kunyit

Manfaat kunyit bagi kesehatan mulai dari fungsinya sebagai antiradang dan antioksidan, menjaga kesehatan sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko penyakit jantung, hingga membantu mencegah kanker. Kunyit juga kerap dikonsumsi oleh penderita maag dan GERD (gastroesophageal reflux disease) dengan cara direbus lalu diminum airnya. Namun, konsumsi kunyit untuk obat herbal secara berlebihan juga berbahaya.

3. Kumis Kucing

Jenis tanaman tradisional ini sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan secara umum, seperti penyakit ginjal, radang kandung kemih, diabetes, dan asam urat. Daun kumis kucing juga dikenal ampuh untuk mengobati kencing batu dan melancarkan saluran kencing.

4.Daun Sirih

Daun sirih sudah sejak zaman dahulu digunakan sebagai tanaman tradisional untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Daun sirih mengandung yodium, kalium, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan asam nikotinat di dalamnya. Selain itu, daun sirih juga mengandung sejumlah zat kimiawi, seperti minyak sirih, chavicol, betelphenol, eugenol, terpene, dan campene. Antioksidan tannin yang terdapat pada daun sirih juga mempercepat respon tubuh untuk membekukan darah dan menyembuhkan luka.

Uji Klinis dan Cara Kerja Tanaman Obat Herbal

Meski dianggap berkhasiat, tanaman obat herbal masih perlu diuji klinis. Prosedurnya mencakup pemeriksaan jenis bahan yang digunakan, bagaimana proses pembuatannya, prosedur pemisahan zat yang satu dengan yang lain, cara menyiapkan bahan, serta langkah-langkah detail lainnya sampai akhirnya bisa dikonsumsi.

Kebanyakan obat herbal tidak langsung menyerang sakit yang diderita seseorang. Cara kerja obat herbal memperbaiki metabolisme di dalam tubuh. Sehingga, tubuh diperbaiki pelan-pelan dan memerlukan proses yang cukup lama.

Di Indonesia sendiri, standarisasi obat herbal diatur oleh BPOM RI yang akan melakukan uji ilmiah untuk mengetahui apakah kandungan didalamnya aman untuk dikonsumsi atau tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini