Home Teknologi Heboh Thermogun Bisa Rusak Otak, Ini Faktanya

Heboh Thermogun Bisa Rusak Otak, Ini Faktanya

Beberapa hari ini publik diresahkan dengan viralnya video di media sosial yang menyatakan bahwa termometer tembak (thermogun) berbahaya karena sinar inframerahnya dianggap menggunakan laser dan merusak otak.

Dikutip dari Antaranews.com, Departemen Fisika Kedokteran/Kluster Medical Technology IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mengatakan thermogun inframerah aman untuk manusia.

“Thermometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X dan, karena itu, tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam.

Menurutnya, pemakaian thermogun aman bagi manusia dan tidak akan mengakibatkan kerusakan pada jaringan atau sistem otak.

Di masa adaptasi kebiasaan baru seperti saat ini, thermogun merupakan alat yang wajib ada, terutama di tempat-tempat publik. Pusat perbelanjaan misalnya.

Selain bak cuci tangan dan hand sanitizer, pengelola pusat perbelanjaan juga wajb menyediakan termomter tembak atau thermogun. Petugas akan memeriksa suhu pengunjung dengan cara mendekatkan termometer tembak ke dahi pengunjung.

Pengunjung atau pegawai dengan temperatur di atas 37,5 dilarang masuk dan diminta untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Dikutip dari Kumparan.com, termometer medis sendiri ditemukan oleh Sir Thomas Allbutt pada 1867. Termometer ini menyerupai termometer modern, dan terus dikembangkan untuk urusan medis.

Termometer ini digunakan untuk mengikur temperatur seseorang, dengan cara menempatkannya di bawah lidah, di bawah ketiak, atau di dalam anus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini