Home Berita Gunung Batu Jonggol Diduga jadi Sasaran Vandalisme

Gunung Batu Jonggol Diduga jadi Sasaran Vandalisme

Aksi vandalisme kembali mengotori keindahan pegunungan yang ada di Indonesia. Kali ini aksi vandalisme dilakukan sejumlah remaja di lokasi yang diduga Gunung Batu Jonggol, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Dalam video berjudul ‘Detik-Detik Bocil Lakukan Vandalisme Di Gunung Batu’ yang diunggah akun Instagram @metrobogortimur, nampak seorang remaja mencoret batu berukuran besar.

Aksi corat-coret tersebut ia lakukan menggunakan spidol untuk papan tulis. Sementara sejumlah remaja lain nampak ikut menemani pelaku vandalisme.

Potongan video aksi vandalisme yang diduga dilakukan di Gunung Batu Jonggol. (instagram/metrobogortimur)

Video serupa juga diunggah akun @camerapendaki. Dalam unggahanya, pemilik akun mengecam tindakan tak merusak keindahan alam tersebut.

“Di dalam tasmu, kamu sengaja bawa spidol dengan niat menorehkan namamu di atas gunung. Selain sampah, hal yang paling menyebalkan saat berada di atas gunung adalah melihat coret-coret hasil vandalisme yang seringkali kita temukan di permukaan batu, pohon, maupun papan penunjuk arah.”

Tidak ingin kejadian serupa terulang, akun Instagram tersebut memberi pesan kepada pendaki yang akan menaklukan gunung-gunung di Indonesia.

“Video Vandalisme TIDAK UNTUK DI TIRU. Dimanapun kalian mendaki, ataupun travelling, tetap safety, jaga etika, ikuti peraturan yang sudah di tetapkan oleh pihak terkait, selalu bawa sampah turun (buanglah pada tempatnya), lakukan dari hal-hal kecil dan mulailah dari diri sendiri.”

Aksi vandalisme yang dilakukan oknum pendaki di Gunung Batu Jonggol ini mengundang kecaman warganet. Mereka menyayangkan tindakan tak terpuji kumpulan remaja di video tersebut.

Bukan kali ini saja, gunung menjadi sasaran vandalisme oknum pendaki. Kisah pendaki kembali menarik perhatian warganet pada pertengahan tahun 2018. Seorang oknum pendaki mencoret batu yang ada di Gunung Kerinci menggunakan cat semprot.

Mendaki sebenarnya adalah kegiatan yang dapat menyatukan manusia dengan alam. Sejatinya baik manusia maupun alam tak dapat dipisahkan. Namun, jika mendaki hanya untuk eksistensi apalagi sampai mengotori apa yang ada di alam, alangkah lebih baik urungkan niat untuk mendaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Banten : Tanah Para Ksatria

Mungkin kita sepakat bahwa saat ini Banten adalah tanahnya para jawara. Tidak terhitung sudah berapa jumlah pendekar yang dihasilkan daerah itu dari...

Penyamun Kidul, Si Pengacau Kompeni

Pasca merengkuh Tanah Priangan dari Mataram melalui serangkaian perjanjian di tahun 1677, Kompeni tidak langsung mengurus wilayah barunya itu. Di samping maskapai...

Pembagian Wilayah Cirebon Dari Masa Ke Masa

Sejak dirintis oleh Pangeran Walangsung a.k.a Pangeran Cakrabuana di era Pajajaran akhir, Cirebon telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pedukuhan kecil yang...

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Komentar terkini