Home Teknologi Google Meet Tambah Fitur Cegah Serangan Zoombombing

Google Meet Tambah Fitur Cegah Serangan Zoombombing

Google mengaktifkan fitur keamanan baru dalam layanan obrolan video Google Meet. Fitur ini diluncurkan Google untuk memberi kenyamanan pada pelanggan dari serangan zoombombing.

Dikutip dari Theverge.com, fitur ini mampu memberi kenyamanan dan keamanan kepada pelanggan Google Meet, terutama dari sektor pendidikan yang menyelenggarakan kelas jarak jauh.

Fitur yang akan berlaku dua pekan ke depan ini akan menghadang pengguna anonim bergabung dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh pelanggan G Suite for Education dan pelanggan G Suite Enterprise for Education.

“Pengguna anonim adalah siapa pun yang tidak akan dapat masuk ke akun Google,” tulis keterangan resmi Google.

Fitur baru ini dirancang untuk mencegah “zoombombing,” dimana penyusup terhubung ke pertemuan lalu bergabung ke dalam kelas online.

Penyusup kemudian mengganggu dengan menyiarkan video kejutan atau tayangan yang bersifat menghina anggota pertemuan.

Situs berita teknologi ZDNet mencatat bahwa ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah telah berpindah secara online akibat pandemi, sejumlah siswa membagikan tautan ke kelas mereka dan meminta seseorang di luar daftar siswa untuk mengisengi kelas online tersebut. Tujuannya agar kelas online tersbut langsung selesai dan kelas dibatalkan atau ditunda.

Layanan Google Meet sendiri merupakan aplikasi konferensi video yang diluncurkan Google pada Maret 2017. Saat diluncurkan, ia menampilkan aplikasi web, aplikasi Android , dan aplikasi iOS.

Google bukan satu-satunya perusahaan yang harus berurusan dengan masalah tersebut. Aplikasi pertemuan online, Zoom telah meningkatkan keamanan dan privasi baru untuk mengatasi masalah zoombombing.

Dalam update terbaru, Zoom meluncurkan fitur dimana memungkinkan penggunanya untuk mengunci pertemuan online dari serangan oknum yang melancarkan zoombombing.

Tidak hanya itu, pengguna zoom juga dapat menghapus peserta online meeting yang dirasa mencurigakan, membatasi peserta, serta mengaktifkan sandi saat terjadi ‘serangan’ zoombombing.

Zoombombing merupakan salah satu masalah di aplikasi Zoom yang paling banyak dikeluhkan oleh penggunanya. Sejumlah sekolah di AS bahkan sudah melarang pengguna Zoom untuk berinteraksi karena alasan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Beberapa Versi Mengenai Gunung Sidahurip, Ada Piramida atau Tidak?

Gunung Sidahurip merupakan sebuah gunung yang berdiri kokoh di daerah Karangtengah, Kabupaten Garut. Gunung ini mungkin jarang disebut namanya oleh para pendaki atau kelompok...

Transformasi Layanan Psikologi Balanceway.id Di Tengah Pandemi COVID-19

Hampir mendekati 1 tahun kita berada di tengah pandemi Covid-19, hal ini memaksa semua bidang untuk beradaptasi dengan lebih cepat. Banyak kesulitan...

Klenteng Tjo Soe Kong Tanjung Kait: Kokoh diterjang Tsunami Letusan Krakatau Tahun 1883

Sekitar Agustus 1883, Hujan abu panas turun di Ketimbang atau saat ini dikenal dengan nama desa Banding, Rajabasa, Lampung. Kurang lebih 1000...

Rumah Multatuli: Cagar Budaya Terabaikan dari Sang Pemilik Tinta Emas

Berbagai situs bersejarah Indonesia, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonialisme, masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Namun sayang, ada beberapa...

Komentar terkini