Home Lifestyle Film Film-Film Berbahasa Jawa Ini Raih Penghargaan Internasional

Film-Film Berbahasa Jawa Ini Raih Penghargaan Internasional

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Tidak hanya di tanah air, bahasa Jawa juga terkenal di Suriname, salah satu negara di Amerika Selatan yang sejumlah penduduknya keturunan suku Jawa.

Logatnya yang khas menjadi daya tarik produser untuk menggarap film berbahasa Jawa. Bahkan tak sedikit film berbahasa Jawa yang meraih penghargaan dengan skala internasional. Berikut film berbahasa Jawa peraih penghargaan internasional seperti yang dikutip dari velvetmedia.id.

Pertama ada film berjudul Ziarah. Sang sutradara BW Purbanegara mengambil langkah yang tak biasa terkait peran dalam film yang rilis Mei 2017 ini. Dirinya tak melibatkan para aktor dan aktris papan atas, melainkan warga lokal sebagai pemain utamanya.

Ziarah mengisahkan tentang perjalanan Mbah Sri yang diperankan Ponco Sutiyem dalam mencari kuburan suaminya ini telah memenangkan penghargaan dari luar negeri.

Ziarah menjadi Film dan Skenario Terbaik pilihan juri dalam ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) pada 2017 lalu.

Selanjutnya ada Siti. Film yang tayang pertama kali di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014 ini memakai konsep film hitam putih. Siti diperankan oleh aktris bernama Sekar Sari. Film itu mengisahkan sosok orang asli Jogja.

Selain jaya di negeri sendiri, film Siti (2015) telah berjaya di kancah internasional.

Film hitam-putih berbahasa Jawa ini mengisahkan seorang ibu muda, yang harus mengurusi ibu mertuanya, anaknya, dan suaminya yang mengalami kecelakaan kerja saat menjadi nelayan.

Dalam Festival Film International Shanghai 2015, ‘Siti’ memenangkan Sinematografi dan Naskah film terbaik untuk kategori New Asia Talent Competition.

Terakhir, film berbahasa Jawa yang meraih penghargaan internasional adalah Turah. Film drama Indonesia berbahasa Tegal ini diproduksi Fourcolours Films tahun 2016. Film berdurasi 83 menit ini disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo, diproduseri oleh Ifa Isfansyah, dengan menampilkan para aktor dan aktris antara lain Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng

Turah menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kampung Tirang di Kota Tegal yang mengalami isolasi selama bertahun-tahun yang kemudian memunculkan berbagai problema.

Tahun 2016, film ini memenangi 3 kategori sekaligus: Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival. Sedangkan kategori Asian Feature Film Special Mention diraih dalam Singapore International Film Festival.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Sunda, Pakuan, dan Pajajaran: Menggali Akar Historis Konseptual

Pada mulanya, saya sangat kesulitan untuk membedakan apa itu Sunda, Pakuan, dan Pajajaran. Meski tampak sebagai hal yang lazim, pada perkembangannya hal...

Apakah Kerajaan Tertua Nusantara Ada Di Jawa?

Dalam reportase Republika mengenai Khazanah Ke-Tionghoa-an Indonesia tahun 2017, saya menyatakan bahwa gerak massif migrasi etnis Tionghoa ke Nusantara terjadi sejak sekitar...

Peace Treaty Pajajaran-Cirebon: Perjanjian Perdamaian dengan Dasar Kekeluargaan

Pada tahun 1482, Prabu Jayadewata dinobatkan sebagai penguasa Sunda-Galuh dan berkedudukan di Keraton Sanghyang Sri Ratu Dewata, Kedatuan Sri Bima Punta Narayana...

Tarian Lego-Lego Dari Tanah Alor

Tanah Alor yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki tarian yang khas yang bernama Tarian Lego-Lego. Apakah kalian tahu, bahwa...

Komentar terkini